Waktunya pun telah tiba, bayi mungil itu lahir ke dunia dengan suara tangisannya yang membuat ayah dan ibu pun menagis bahagia. Kini, tugas baru telah diemban sepasang insan bahagia itu. Kelelahan yang telah dirasakan selama kehamilan kemarin belum juga berkurang, tapi malah bertambah. Ibu harus terus memperhatikan pola makannya karena dari situlah, bayi mungil ini akan mendapatkan ASI. Bangun setiap malam akan menjadi hal yang biasa bagi ayah dan ibu untuk menggendong sang bayi, menenangkannya , mengganti popoknya dan mengajaknya bermain ketika sang bayi telah bosan. Bahkan, nenek dan kakek dari sang bayi pun ikut memberikan perhatian terbaiknya pada sang cucu seperti saat merawat anaknya dulu.
Sabtu, 11 Desember 2010
Parents...
Waktunya pun telah tiba, bayi mungil itu lahir ke dunia dengan suara tangisannya yang membuat ayah dan ibu pun menagis bahagia. Kini, tugas baru telah diemban sepasang insan bahagia itu. Kelelahan yang telah dirasakan selama kehamilan kemarin belum juga berkurang, tapi malah bertambah. Ibu harus terus memperhatikan pola makannya karena dari situlah, bayi mungil ini akan mendapatkan ASI. Bangun setiap malam akan menjadi hal yang biasa bagi ayah dan ibu untuk menggendong sang bayi, menenangkannya , mengganti popoknya dan mengajaknya bermain ketika sang bayi telah bosan. Bahkan, nenek dan kakek dari sang bayi pun ikut memberikan perhatian terbaiknya pada sang cucu seperti saat merawat anaknya dulu.
Selasa, 30 November 2010
Alhamdulillah....
Ada sebuah makna mendalam yang kudapatkan dari seorang lelaki paruh baya yang saat aku temui sedang melaksanakan pekerjaannya dengan ikhlas sebagai seorang supir taksi. Sebut saja beliau adalah Pak A. Saat itu, aku sedang melakukan perjalanan dari kampus menuju arah Menteng, dan entah bagaimana awalnya, Pak A mulai menceritakan sedikit tentang kehidupannya:
Pak A : Alhamdulillah, anak pertama saya sudah kerja menjadi polisi..
Saya : Wah, dimana pak?
Pak A : Di daerah Jawa sana, kampung saya..
Saya : Jauh juga ya pak?
Minggu, 31 Oktober 2010
Hadiah itu indah
Aku yakin, sebagian dari kita akan menjawab pernah. Hadiah itu bisa berupa barang maupun lainnya. Diberikan untuk seseorang yang disayangi, dihormati atau disukai. Memberikan hadiah kepada seseorang bisa dilakukan dengan sepenuh hati , bisa juga tidak. Biasanya, hadiah yang diberikan untuk sebuah formalitas tidak didasari dengan kesungguhan hati, seperti untuk atasan, atau seseorang karena jabatan. Tapi, jika hadiah itu diberikan dengan sebuah niat yang tulus maka hati akan berperan di dalamnya. Dan biasanya hadiah yang seperti itu ditujukan untuk orang-orang tersayang seperti teman, sahabat dan keluarga.
Diawali dengan mencari jenis barang yang akan diberikan. Biasanya, kita akan mencari benda kesukaan dari orang tersebut, atau sesuatu yang dibutuhkannya. Lalu , kita mulai membuat kartu ucapannya dengan beribu doa tulus di dalamnya, dan terakhir, kita membungkusnya dengan penuh kesungguhan. Kita tidak segan untuk menyisihkan uang tabungan, waktu dan pikiran untuk memberikan yang terbaik dalam hadiah itu. Pengorbanan telah dilakukan demi sebuah pesan kesungguhan yang ingin disampaikan dalam pemberian hadiah itu.
Dan, jika kau melakukannya dengan sungguh-sungguh, maka pesan kesungguhan itu akan sampai pada orang yang kau tuju. Tapi jika tidak, maka jangan harap, orang yang kau tuju akan mendapatkannya.
Biasanya hadiah diberikan saat ada perayaan atas sesuatu, seperti ulang tahun, anniversary pernikahan maupun karena sebuah prestasi. Tapi, ada juga beberapa orang yang tidak memerlukan sebuah momen khusus untuk memberikan hadiah pada seseorang. Karena hadiah itu mengandung sebuah makna.
Hadiah merupakan sarana untuk mengungkapkan sesuatu.
Dengan hadiah, aku mampu mengungkapkan rasa sayang dan cintaku pada kedua orangtua saat anniversary pernikahan mereka, begitu pula dengan rasa sayang dan cintaku pada kakakku saat dia menikah. Dan hadiah-hadiah lain yang kuberikan dengan penuh rasa sayang pada sahabat-sahabatku. Bagiku, hadiah adalah sebuah cara yang indah untuk menggambarkan sebuah rasa.

Pernahkah kau mendapatkan hadiah?
Bagaimanakah rasanya? Indah dan bahagia.
Terkadang materi yang diberikan tidak akan terlalu kau pikirkan. Apapun hadiah yang diberikan, yang pertama akan kau ingat adalah orang yang memberikan hadiah itu padamu. Kau akan mencari jawaban, mengapa orang itu memberikan hadiah kepadamu? Apakah pesan yang ingin disampaikan atas hadiahnya? Dan kau akan menemukan jawabannya melalui hadiah itu. Karena, hadiah itu merupakan sarana untuk penyampaian sesuatu. Aku mengerti, mengapa orangtua dan kakakku memberikan hadiah untukku, begitu pula dengan sahabat-sahabatku yang dengan surprise nya memberikan sebuah hadiah tak terduga.
Namun, untuk beberapa orang, hadiah itu tidak terlalu penting karena terkesan materialistis. Beberapa orang, menganggap, tidak perlu buru-buru untuk memberikan hadiah atas sebuah prestasi, sebuah perayaan ulang tahun atau sebuah perayaan anniversary. beberapa orang menganggap, hadiah itu hanya benda yang dapat diberikan oleh siapapun kepada siapapun juga.
Bagiku, materi tidak penting. Bahkan, sebuah senyum pun dapat kau berikan sebagai hadiah asal kau sampaikan pesan dalam senyum itu, katakan jika itu adalah sebuah hadiah atas sesuatu. Bagiku, semakin cepat kau sampaikan hadiah itu, maka akan semakin cepat pesan itu sampai. Semakin cepat kau akan lihat kebahagiaan dalam wajah orang yang kau tuju.
*terima kasih untuk semua orang yang pernah memberikanku hadiah selama hidupku. dari orang yang terdekat sampai orang-orang yang tak pernah kuduga. Dari cara yang biasa, sampai cara yang luar biasa. dan untuk semua orang yang pernah kuberikan hadiah, semoga pesan itu sampai. *
Sabtu, 23 Oktober 2010
stay focus!
Entah untuk jangka waktu yang lama maupun sebentar
Semuanya dilalui dengan usaha untuk mencapainya
Mendapatkan yang diimpikan, meraih yang dicita-citakan dan menjadikan bahagia bagi orang-orang tersayang
Tujuan hidup setiap orang tentu berbeda
Tapi saat ada satu tujuan yang sama, maka itu akan menjadi awal dari sebuah kebersamaan
Bersama untuk mencapainya, bersama untuk menghadapi segala tantangannya
Rintangan dan hambatan itu telah menunggu untuk dihadapi dan diselesaikan
Usaha dan upaya pun telah dilayangkan dengan keras dan kuat
Tapi, hasil akhir memang tak selalu mudah untuk didapatkan dengan indah
Terpusat pada pencapaian tujuan tanpa memusingkan hambatan yang ada
Bersama mengerahkan segala upaya tanpa menghiraukan godaan yang timbul
Hambatan itu bukan hadir untuk dipikirkan dan dilawan, tapi untuk diselesaikan
Rintangan itu tidak datang dengan penawaran tapi dia akan pergi dengan kepastian
Memastikan segalanya tertuju pada pencapaian mimpi, perwujudan asa dan juga cita
Fokus pada titik di ujung sana
Saat kau menemukan apapun yang menghalangi langkahmu itu.
Tetaplah fokus
Karena setiap langkah dalam hidupmu harus membuatmu berada lebih dekat dengan tujuan itu
Bukan tetap di tempat karena kesibukanmu memusingkan hambatan itu
bahkan mundur ke belakang karena kelelahanmu melawan hambatan itu
Tapi selangkah lebih maju karena kau fokus pada tujuanmu
Stay focus!
Sabtu, 02 Oktober 2010
Painfully addicted??
Saat aku masih dalam masa bimbingan di kampus baruku, aku mendapatkan tugas untuk me wawancarai seniorku angkatan 2004 dan dari seniorku ini lah aku mengenal frase "painfully addicted". Apa maksudnya?
Seiring berjalannya waktu, aku mulai menapaki organisasi di kampusku ini. Alhamdulillah, sejak aku duduk di tingkat 1, aku sudah diberikan kesempatan untuk menjadi anggota sebuah lembaga eksekutif di kampusku. Dan ternyata, keanggotaanku ini berlanjut hingga aku berada di tingkat 3.
Sekitar 3 tahun, merasakan dunia organisasi mahasiswa,, aku semakin menyadari bahwa frase yang dulu diberikan pada seniorku memang benar adanya..
Menjadi anggota sebuah organisasi mahasiswa , yang tentunya tidak digaji, membuatku mengenal kata lelah , penat dan bosan. Bahkan tidak jarang, karena sebuah permasalahan di organisasi ini, aku dikenalkan pula dengan kata marah, sakit hati, tangis dan takut. Dan, keinginanku untuk berhenti dan keluarpun menjadi mudah sekali untuk timbul.
Namun, aku pun banyak sekali menemukan cahaya semangat, tawa bahagia maupun hangatnya persaudaraan yang ada di organisasi ini. Terlebih lagi, ketika sebuah pekerjaan telah berhasil dilaksanakan dan memberikan dampak baik terhadap lingkungan di sekitar organisasi tersebut. Rasanya, semua penat, lelah, marah, dan tangis yang pernah kurasakan dulu hilang seketika dan aku bersyukur telah diberi kesempatan untuk berada di dalamnya..
yah, benar sekali kata seniorku dulu,,
Apa yang kurasakan dalam organisasi ? jawabnya "painfully addicted"
karena, walaupun "pain" ini sering menghampiriku, tapi aku tetap "addict" terhadap organisasi ini..
Waktu terus berjalan.
sudah waktunya bagiku untuk meninggalkan hal adiktif ini dan berjalan ke tahap selanjutnya.
Terima kasih untuk seluruh senior dan teman-teman yang membuatku merasa bersyukur menjalani hal ini.
dan
Semangat untuk seluruh rekan2 yang akan meneruskan organisasi ini!
Hidup Mahasiswa!!
*special thanks to K Masita Mandasari , FKG UI 2004
Kamis, 23 September 2010
it's been 6 years my friend...
MORGANAXIS....
MOslem Revolution GenerAtioN Angkatan X Insan cendekia Serpong
6 tahun yang lalu, angkatan itu memulai kehidupan baru mereka sebagai sebuah angkatan di "penjara suci" yang terletak di Serpong. Mereka menjalani MOS bersama selama 10 hari yang penuh dengan tekanan dan pelajaran dari senior sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan asrama. Awalnya, mungkin di antara mereka, masih ada yang tidak ikhlas masuk ke "penjara suci" itu, namun kurasa, kini, mereka semua bersyukur telah masuk atau dipaksa masuk ke sekolah itu karena disitulah mereka semua menemukan keluarga keduanya.
3 tahun terasa cukup singkat, walaupun dalam kurun waktu itu, sudah banyak sekali kenangan yang terpatri dalam hati mereka masing-masing.
*Studi tur dan kenangan berbeda di tiap tahunnya.
Kelas 1 , ke saung mirwan di puncak,
kelas 2, ke bandung
kelas 3, ke lampung dan pulau condong
*Berbagai kepanitiaan yang ada , dan yang paling teringat adalah kaizer ( acara perpisahan untuk anak kelas 3 yang dibuat oleh angkatan mereka )
*Berbagai acara angkatan , AHM, AM, AHM2 dan yang lainnya..
Tidak lupa juga, persembahan terakhir mereka saat kelas 3 di acara RAMPAGE dan membuat mereka memenangkan beberapa lomba..
Waktu berlangsung cukup singkat, setelah melewati hampir 3 tahun kenangan bersama, akhirnya tiba bagi mereka semua untuk berpisah. Tibalah saatnya, untuk memilih jalan hidup ke depan masing-masing. Melewati berbagai tes masuk perguruan tinggi, akhirnya hampir 50% dari angkatan itu melanjutkan studinya ke ITB , sedangkan sisanya tersebar cukup merata di Jakarta, Jogja, Surabaya dan wilayah Indonesia lainnya, bahkan beberapa dari mereka telah memilih untuk merantau ke luar negeri.
Waktu terus bergulir, hingga akhirnya di tahun 2010, mereka kembali bertemu dalam sebuah acara buka puasa angkatan. Di acara itu, semuanya terlihat berbeda. Kini, mereka bukanlah lagi angkatan kelas 1 yang masih beradaptasi untuk bisa menghadapi kehidupan asrama. Kini, mereka bukanlah lagi angkatan kelas 3 yang masih sibuk mencari perguruan tinggi demi mewujudkan cita-citanya..
Kini, mereka adalah sekumpulan pemuda yang sedang menapaki perjalanan akhir dalam studinya, bahkan ada di antara mereka yang sudah lulus dan menghadapi dunia kerja. sementara yang lain, ada yang sedang menyusun tugas akhirnya, ataupun menyusun langkah ke depan agar dapat menyelesaikan studi secepatnya..
Dan, di tahun 2010 ini, 2 orang di antara mereka akan mulai menjalani kehidupan baru bersama pasangannya.
Kini, angkatan itu sudah berbeda..
Tanpa terasa, sudah 6 tahun mereka saling mengenal dan menjalin hubungan kekeluargaan yang begitu lekat. Tanpa terasa, sudah 6 tahun, mereka menjadi bagian dari kehidupanku..
Happy birthday Morganaxis..
Terima kasih untuk segalanya dan semoga kita bisa terus seperti ini hingga tua nanti.. amin..
Sabtu, 11 September 2010
Untuk apa?
Pernahkah kau berpikir saat berdiri di pinggir pantai menatapi gulungan ombak di laut yang deburannya terasa menggetarkan hati?
Pernahkah terbersit dalam pikiranmu, mengapa itu semua terjadi? Apakah tujuan Allah dalam setiap fenomena alam yang ada?
Allah Maha Kuasa atas matahari yang diciptakanNya untuk membantu aktivitas manusia di bumi agar manusia dapat memanfaatkan segala potensi alam ciptaanNya
Allah Maha Mengetahui atas angin yang dibiarkanNya menggulung ombak dan membuat manusia dapat memanfaatkan segala potensi laut ciptaanNya
**
Pernahkah kau merenung saat mendapati dirimu masih bisa bernafas hari ini dan merasakan kembali indahnya hidup?
Pernahkah kau berpikir saat berjalan menuju kampusmu dan menyadari bahwa kau adalah seorang mahasiswa kesehatan?
Pernahkah terbersit dalam pikiranmu, mengapa itu semua terjadi? Apakah tujuan Allah dalam setiap misteri kehidupan yang kau miliki?
Allah Maha Kuasa atas berkahNya yang diberikan pada kita untuk kembali menghirup segarnya kehidupan di hari ini agar kita dapat kembali memperbaiki diri dan sedikit mencoba memperbaiki lingkungan kita
Allah Maha Mengetahui atas karuniaNya yang dianugerahkan pada kita untuk mengenyam pendidikan kampus demi sebuah tugas mulia di akhir masa studi kita
Pernahkah kau bertanya, untuk apa aku kuliah di fakultas kesehatan?
Namun, sebelum kita menanyakannya pada Sang Maha Pencipta..
Dia telah menjawabnya dalam Al-Qur'an
( Adz_Dzariyat : 56)
Saat kita mampu untuk merenung.. Berkontemplasi...
Apa yang Allah inginkan dari kita sebagai seorang dokter?
Apakah untuk menjadi kaya? Apakah untuk memakmurkan diri sendiri?
Apakah untuk mengambil keuntungan setinggi-tingginya dari pasien?
Apakah untuk hal duniawi?
Ingatlah.
Allah memberikan kita amanah untuk menjadi dokter dengan tujuan agar kita beribadah padaNya, bukan yang lain...
Karena sejatinya, apapun pekerjaan kita, kita tetaplah hambaNya, khalifah di muka bumi, penerus perjuangan Rasulullah tercinta..
Kita menjadi dokter untuk menolong sesama dengan azzam kuat demi ibadah kepadaNya..
Kita menjadi dokter karena Allah Maha Kuasa atasnya
Senin, 30 Agustus 2010
Smoke, smoking n smoker
Informasi mengenai komposisi rokok sudah tersebar luas di masyarakat, begitu pula dengan bahaya yang ditimbulkannya. Bahkan hal ini tertera dengan jelas di bungkus rokok dan juga di iklan-iklan rokok media massa. Selain itu, masyarakat juga sudah memahami, bahwa bahaya rokok itu tidak hanya akan menjangkiti para perokok aktif tapi juga perokok pasif yang hidup di sekitar perokok aktif. Hal inilah yang membuat masyarakat mulai resah dengan keberadaan para perokok aktif yang dengan seenaknya merokok di mana saja.
Jumlah kematian yang tinggi akibat kanker paru-paru sepertinya sama sekali tidak membuat para perokok itu berpikir dua kali untuk melanjutkan kebiasaan merokoknya. Mereka menutup mata atas banyaknya penyakit yag disebabkan oleh rokok, misalnya kanker paru-paru, kanker mulut, impotensi , bahkan sampai gangguan janin bagi ibu hamil. Kenikmatan yang , menurut mereka, mereka dapatkan dari sebatang rokok itu ternyata telah mengalahkan akal sehat mereka untuk hidup lebih sehat. Bahkan, beberapa perokok yang sudah memiliki penyakit sistemik seperti diabetes melitus, hipertensi dan stroke ringan, tetap tidak mau untuk menghentikan kebiasaan merokoknya walaupun mereka tahu, kebiasaan itu akan membawa mereka menuju kematian yang lebih cepat.
Permasalahan rokok ini tentu tidak hanya mempengaruhi kesehatan tubuh seseorang, tapi juga kesehatan ekonominya. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, harga sebatang rokok itu tidaklah lebih murah dibandingkan dengan harga makanan pokok. Dan, sungguh memprihatinkan sekali bahwa jumlah perokok di kalangan menengah ke bawah cukup banyak. Mereka lebih memilih untuk membeli rokok setiap harinya, padahal uang yang digunakan untuk membeli rokok tersebut dapat mereka gunakan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka, seperti menabung untuk biaya pendidikan, membeli makanan-makanan yang lebih bergizi , terutama untuk bayi dan anak-anak.
Banyaknya kerugian yang ditimbulkan dari rokok ( kesehatan dan ekonomi ) telah memancing suara masyarakat untuk berteriak pada pemerintah demi sebuah kebijakan. Kaum muda yang diwakili oleh mahasiswa mulai menyuarakan pendapatnya dengan mengadakan kampanye anti rokok dimana-mana. Begitu pula, dengan anak-anak SD sampai SMA yang ikut serta dalam kampanye anti rokok yang diadakan oleh sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) anti rokok. Masyarakat sudah resah dengan asap-asap rokok yang mulai mengepul disekitarnya.
Tapi, di lain sisi, industri rokok juga mulai menunjukkan kuasanya. Jumlah konsumen yang sangat besar di Indonesia membuat industri rokok menjadi industri besar dan memiliki pendapatan yang sangat besar pula. Dengan banyaknya pendapatan itu, industri rokok ini mulai menyisihkan sebagian pendapatannya untuk biaya publikasi & iklan maupun untuk bidang sosial. Dapat kita lihat bersama, industri rokok sangat merajai kompetisi-kompetisi olahraga di dalam negeri, begitu pula dengan penyiaran pertandingan sepakbola dari klub mancanegara. Tidak hanya bidang olahraga, acara-acara pentas seni maupun konser musik di Indonesia pun ikut didominasi oleh lambang, spanduk dan iklan dari industri rokok. Selain itu, iklan-iklan di media massa yang dibuat oleh industri rokok pun dapat didesain dengan sangat menarik sehingga sangat mudah diingat oleh masyarakat banyak walaupun di dalam iklan tersebut, tidak ada satu pun adegan yang menunjukkan batang rokok maupun orang yang sedang merokok. Industri rokok juga melebarkan sayapnya dalam bidang sosial. Sudah cukup banyak beasiswa-beasiswa yang diberikan oleh industri rokok kepada siswa-siswa sekolah maupun kepada mahasiswa. Tidak bisa dipungkiri, cukup banyak siswa dan mahasiswa yang kelanjutan studinya sangat dibantu oleh beasiswa dari industri rokok ini.
Namun, banyaknya usaha yang telah dilakukan oleh industri rokok untuk bidang sosial tidak dapat merubah teriakan masyarakat akan bahaya rokok yang ada di depan mereka. Masyarakat terus meminta pemerintah untuk dapat segera mengeluarkan kebijakan mengenai hal ini. Akhirnya, di tahun 2005, Pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 75 tahun 2005 tentang kawasan dilarang merokok. Di dalam peraturan itu, Pemerintah dengan tegas menjelaskan bahwa para perokok tidak diperbolehkan untuk merokok di tempat-tempat yang dinyatakan sebagai kawasan dilarang merokok, yaitu tempat umum, tempat kerja, tempat proses belajar mengajar, tempat pelayanan kesehatan, tempat bermain anak-anak, tempat ibadah dan angkutan umum. Selain itu, pemerintah juga menjelaskan mengenai syarat-syarat kawasan merokok yaitu tempat yang memperbolehkan para perokok untuk melakukan kebiasaan merokoknya.
Dengan dikeluarkannya peraturan tersebut, masyarakat cukup merasa lega dan berharap besar akan adanya perubahan mengenai hal tersebut di lingkungan sekitar mereka. Tapi, pada kenyataannya, kawasan-kawasan dilarang merokok itu tidak terealisasi dengan baik, terlebih lagi dengan kawasan-kawasan merokok yang tidak memenuhi beberapa persyaratan seperti yang tercantum dalam peraturan pemerintah.
Para perokok masih belum mematuhi konsep kawasan dilarang merokok tersebut karena belum adanya sanksi yang jelas dan nyata bagi mereka yang melanggar. Begitu pula dengan penanggung jawab tempat-tempat umum yang belum memiliki kesadaran akan pentingnya membuat kawasan khusus merokok demi menjaga kepentingan masyarakat banyak. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, maka peraturan pemerintah yang berkaitan dengan masalah rokok ini hanya akan menjadi wacana yang merupakan pemenuhan tanggung jawab pemerintah atas banyaknya desakan masyarakat yang meminta kebebasan untuk menghirup udara tanpa asap rokok.

Pro kontra masalah rokok ini memang sulit untuk diatasi, karena berkaitan dengan hak asasi para perokok untuk meneruskan kebiasaan merokoknya. Namun, hal yang pasti dapat kita lakukan untuk sedikit memperbaiki keadaan adalah membenahi diri sendiri dan lingkungan terdekat kita. Sosialisasi mengenai bahaya asap rokok bagi para perokok pasif harus lebih ditingkatkan lagi, sehingga penanggung jawab tempat-tempat umum tersebut dapat menyadari bahwa keputusannya untuk membuat kawasan dilarang merokok dan memisahkannya dengan kawasan merokok merupakan tindakan yang sangat tepat dalam pemenuhan hak masyarakat banyak akan udara bebas asap rokok. Begitu pula, dengan penjagaan anak-anak dari iklan-iklan rokok dan rokok itu sendiri, agar mereka tidak mudah terpapar dengan rokok dan akhirnya mencoba-coba untuk mulai mengkonsumsinya. Jika kita sudah melakukan hal-hal terkecil pada lingkungan sekitar kita, maka kita bisa menyuarakan kembali permasalahan rokok ini kepada pemerintah daerah, sehingga peaturan yang telah dibuat dapat dilengkapi dengan sanksi-sanksi yang lebih jelas. Hal ini tentu harus segera dilaksanakan karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak dan menyangkut kepentingan para penerus bangsa. Jadi, haruskah merokok dilarang? Menurut saya, jawabannya ada di dalam hati kita masing-masing.
Minggu, 15 Agustus 2010
Lukisan-Nya di timur negeriku *part 2*
Halmahera Selatan
Selasa, 10 Agustus 2010
Lukisan-Nya di timur negeriku *part 1*
Rabu, 04 Agustus 2010
Masihkah mereka mendengar kita?
Dipilih dengan sebuah “pesta” bertemakan demokrasi, wakil-wakil rakyat ini pun menjual berbagai macam janji dan perubahan. Rakyat seperti dibodohi dan diperintahkan untuk memilih mereka hanya dengan modal pembagian sembako gratis dan hadiah-hadiah gratis lainnya. Setelah mereka duduk di posisi sebagai wakil, sepertinya mereka malah melupakan hak-hak sang rakyat. Teriakan rakyat diluar pagar tentu hanya akan menjadi pantomim belaka bagi mereka yang duduk nyaman di dalam ruangan ber-AC gedung hijau itu.
Fakta demi fakta pun mulai muncul ke permukaan, undang-undang ini dan itu yang tiba-tiba dibuat tanpa pertimbangan lebih dalam , musibah-musibah buatan manusia yang mulai menyerang kehidupan sang rakyat pun masih menghiasi . Namun, wakil mereka seperti menutup mata dari persoalan gas elpiji 3 kg di tengah masyarakat, begitu pula dengan masalah pornografi yang tak kunjung usai meresahkan sang rakyat. Lalu, kemanakah wakil rakyat itu?
Apakah mereka sangat lelah karena terlalu sering tertidur dalam rapat-rapat dewan?. Sepertinya, mereka tidak lagi memiliki waktu untuk memikirkan hak sang rakyat sehingga untuk hadir dalam sidang paripurna saja mereka tidak mampu. Sepertinya wakil-wakil rakyat ini sudah lupa akan tugas mereka sebagai penyambung lidah sang rakyat, yang diwakilinya. Mereka pun lupa akan beribu janji manis yang diucapkan semasa kampanye. Yang mereka ingat hanyalah jumlah uang yang harus didapatkan lagi untuk mengganti dana kampanyenya dulu.
Apakah mereka mendengarkan kita? Apakah mereka melihat semua permasalahan kita? Apakah mereka mampu merasakan apa yang kita rasakan? Sepertinya tidak. Maka, kita harus membuat mereka dapat merasakannya, kita harus membuat mereka dapat mendengarkan kita, kita harus membuat mereka melihat semua permasalahan kita. Karena kita adalah rakyat dan mereka adalah wakil kita. Wakil rakyat Indonesia.
Rabu, 14 Juli 2010
Realize

Rabu, 23 Juni 2010
Apakah saya seorang pemimpin??
Setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya
Begitulah potongan hadits mengenai kepemimpinan. Berdasarkan hadits tersebut, jika ada pertanyaan “apakah saya seorang pemimpin?” maka jawabannya pasti iya. Namun, apakah saya seorang pemimpin yang baik? Itulah yang akan saya bahas dalam tulisan ini.
Pemimpin adalah seseorang yang memiliki KOMPETENSI memimpin dan memiliki KEMAUAN untuk memimpin. Hal yang paling kecil dalam konteks memimipin adalah memimpin diri sendiri. Seorang pemimpin yang baik adalah seseorang yang mau dan mampu memimpin dirinya dengan baik. Dia tidak akan menyerahkan hidupnya begitu saja kepada orang lain dan membiarkan orang lain mengatur kehidupannya. Hanya Allah dan dirinya sajalah yang berhak untuk menentukan jalan hidupnya.Nilai yang paling saya ingat dari ILDP adalah "Jangan biarkan kesuksesanmu ditentukan oleh orang lain, karena semua hasil yang kita dapatkan bukan karena apapun kecuali usaha maksimal yang kita lakukan".
Pemimpin yang baik bukan hanya seseorang yang mampu memimpin dirinya dengan baik, namun dia juga mampu untuk memimpin orang-orang terdekat di sekitarnya. Oleh karena itu, dia harus memiliki kompetensi yang cukup baik dalam hal pergaulan. Seorang pemimpin yang baik harus dapat bergaul dengan siapapun, tidak mengenal usia, jenis kelamin, agama , ras, tingkat ekonomi dan yang lainnya. Dia juga dapat menjadi contoh dan teladan bagi lingkungan sekitarnya. Keputusan yang dia ambil tidak pernah merugikan satu pihakpun dan tentunya dia selalu dapat berkomunikasi dengan baik kepada orang-orang yang dipimpinnya. Bagi saya, sangat sulit untuk menjadi pemimpin seperti yang telah saya gambarkan sebelumnya, namun karena saya adalah seorang pemimpin, maka saya mau untuk menjadi pemimpin yang baik seperti itu dan saya harus berusaha untuk mencapainya dengan segala pengalaman yang telah saya dapatkan selama 21 tahun.
Alhamdulillah, saya telah diberikan banyak kesempatan olehNya untuk menjadi pemimpin kecil di lingkungan terdekat saya. Namun, banyaknya pengalaman yang telah saya dapatkan selama ini ternyata belum membuat saya menjadi pemimpin yang baik. Karena setiap jenjangnya, saya akan mendapatkan hal baru dengan masalah baru yang menuntut solusi baru juga. Sedangkan, saya masih belum dapat mengadaptasikan diri saya dengan baik sehingga sampai saat ini saya masih belum bisa menjadi pemimpin yang baik.Terlebih dengan perbedaan karakter yang ada dan juga konsep keteladanan yang terbaik.
Seorang pemimpin yang baik adalah seseorang yang dapat memberikan kontribusi pada orang lain, dari lingkaran terkecil ( keluarga ) hingga lingkaran terbesar yang dapat dicapainya. Pemimpin tanpa kontribusi adalah NOTIHNG.
Pemimpin harus dapat memberikan segalanya yang dia punya untuk kepentingan yang dipimpinnya tanpa ada rasa pamrih karena ketulusan hati untuk memberikan kontribusinya. Setiap yang dia berikan untuk sekitarnya dilandasi dengan sabar dan ikhlas. Dia tidak pernah berhenti untuk terus memberi, karena pemimpin adalah pelayan untuk yang dipimpinnya. Mengenai kontribusi, saya tidak dapat berkata banyak, karena mungkin kontribusi yang telah saya berikan untuk sekitar saya sangat jauh dari jumlah kata yang saya tuliskan di tulisan ini.
Perjalanan saya untuk menemukan jawaban atas pertanyaan di awal mengantarkan saya pada sebuah amanah baru sebagai Mapres 2 FKG UI. dan amanah inilah yang akhirnya menjadikan saya seorang peserta ILDP.
Hari-hari menjalani proses pelatihan di ILDP telah memberikan banyak pelajaran baru untuk hidup saya. Mempelajari kembali apakah arti seorang pemimpin, bagaimana menjadi pemimpin yang baik dan apakah yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin yang baik. Saya pun dikenalkan dengan banyak karakter di pelatihan ini, mahasiswa-mahasiswa luar biasa dari setiap fakultas yang ada di Universitas Indonesia. Terkadang, saya suka merasa tidak setara dengan kemampuan mereka, namun saya kembali disadarkan bahwa bukan saatnya bagi saya untuk merasa seperti itu, namun ini adalah saat bagi saya untuk menimba banyak ilmu dari mereka dan bersama dengan mereka mempelajari kepemimpinan yang lebih baik. Di ILDP, saya juga dipaparkan mengenai kondisi bangsa Indonesia yang sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin baru yang akan membawa banyak perubahan ke arah yang lebih baik. Kondisi dari segala aspek di Indonesia membuat saya kembali tersadar, bahwa saya belum memberikan apapun untuk negeri ini. Saya belum memberikan kontribusi yang berarti untuk negeri ini. Oleh karena itu, sebagai seorang pemimpin, saya sudah harus memetakan hidup saya untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia dan bagi dunia ini. Apapun kontribusi yang saya berikan, jika itu adalah hasil dari jerih payah saya dan saya lakukan dengan sepenuh hati, maka saya yakin, kontribusi kecil itu akan menjadi awal dari kontribusi lainnya yang dapat saya lakukan maupun teman-teman saya lakukan.
Kembali ke pertanyaan awal, apakah saya seorang pemimpin? Jawabannya adalah iya, saya seorang pemimpin. Apakah saya seorang pemimpin yang baik? Maka jawabannya adalah belum tapi saya sedang berusaha untuk menjadi pemimpin yang baik karena saya harus menjadi pemimpin yang baik dan saya mau untuk mencapainya. Semoga Allah meridhai, amin...
Selasa, 08 Juni 2010
pedulikah kita akan sakitnya bumi ini?

Isu mengenai pemanasan global sudah tersiarkan semenjak awal tahun 2000, namun sampai saat ini, isu ini hanya menjadi isu yang menarik di beberapa kalangan orang pada saat-saat tertentu saja. Padahal pemanasan global ini sudah kita rasakan dengan jelas. Kondisi iklim negara tropis yang semakin tak menentu , waktu musim penghujan dan musim kemarau pun menjadi kacau. Begitu pula dengan negara-negara subtropis yang mengalami kekacauan dalam pergantian 4 musimnya. Lalu mengapa tak ada tindakan lanjut dari kita sebagai penghuni utama bumi yang sedang sakit ini?
Banyak orang yang mengeluhkan panasnya cuaca dan teriknya matahari tanpa dapat berbuat apa-apa untuk menanggulangi masalah tersebut. Kondisi yang memperburuk sakitnya bumi ini pun tidak dikurangi oleh masyarakat : menggunakan banyak AC, menggunakan banyak mobil, menggunakan banyak kertas dan mengurangi jumlah tanaman di bumi ini. Bagaimana kita dapat mewariskan bumi yang indah dan sejahtera untuk anak cucu kita kelak??
Mulailah dari diri kita sendiri dan sekarang juga!!
Terkadang, masyarakat akan tergerak untuk hemat listrik, hemat kertas, dll ketika selesai mengikuti kampanye mengenai "green" ini dan "green" itu. Setelah itu, mereka akan lupa mengenai masalah bumi ini dan tanpa rasa bersalah, mereka akan memperparah kondisi bumi ini. Seharusnya kita menaruh perhatian besar untuk isu ini, kenapa?
1. karena ini adalah bumi tempat kita berpijak. jika bumi ini hancur maka kita tidak bisa pindah ke planet lain dan akhirnya ikut hancur bersama bumi disini
2. negara kita, Indonesia, adalah negara kepulauan, sehingga besar kemungkinannya, jika beberapa puluh tahun ke depan, aliran air laut akan terus meningkat dan menenggelamkan pulau-pulau yang ada
Apa saja yang dapat kita lakukan??
1. selalu ingat untuk hemat kertas.. gunakan kertas bekas untuk keperluan lain ( misal coret2an), gunakan kertas dengan bolak balik, tak ada alasan untuk tidak membuatnya menjadi bolak balik kecuali berurusan dengan birokrasi dll.
2. jangan tinggalkan charger handphone masih dalam keadaaan tertancap di stop kontak setelah selesai pemakaian
3. kurangi penggunaan styrofoam, plastik
4. gunakan AC, listrik secukupnya...
hal-hal kecil ini sering sekali dianggap remeh oleh kita,
"cuma 1 lembar koq yang g bolak balik.."
"males nyabut chargernya lah,, nanti juga dipake lagi", dll..
tapi dari perubahan kecil inilah, perubahan besar akan lahir kemudian..
Sebagai pemuda bangsa Indonesia, kita harus menjadi pelopor dalam menyelamatkan bumi kita tercinta, bukan hanya omong belaka, bukan hanya ikut trend tapi tindakan nyata dari kita..
Semangat!!
Love our earth,,,,,









