Minggu, 28 Maret 2010

Dua Puluh Satu


Alhamdulillahirobbilalamin...
Sang Ar-Rahman telah mengijinkanku menapaki usia baru ini
usia yang menunjukkan padaku bahwa segalanya HARUS berubah..

Diawali dengan doa dari para terkasih atas kehidupanku nanti,
agar menjadi seorang muslimah yang semakin baik, agar dapat mencapai semua impian dan agar semakin dekat dengan Sang Al-Azis..
Dilanjutkan dengan rasa syukurku atas begitu banyaknya kasih sayang yang telah Dia berikan kepadaku melalui mereka..

21
Sebuah angka yang mengingatkanku bahwa sudah 21 tahun, aku menghabiskan jatah hidupku di dunia ...
Angka 1 yang kini mendampingi 2 itu, menuntutku untuk tidak membiarkan angka 0 kembali hadir dalam hasil akhir hidupku..
o itu telah berubah menjadi 1
maka hidupku pun harus memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan nol belaka

Semuanya harus berubah menjadi lebih baik,
Tak bisa lagi, aku meminta keringanan atas ini itu
Tak bisa lagi, aku berleha-leha dalam tanggungjawabku
Tak bisa lagi, aku kembali terjatuh di kesalahan yang sama
karena nol itu telah berubah menjadi satu

Ar-Rahman
Tuntun aku dalam segala kehendakMu
Kuatkanku dalam segala putusanMu
Berikanku kegigihan Bunda Aisyah dalam usia mudanya untuk membela agamaMu
Berikanku ridhoMu dalam setiap usahaku untuk menjadi seseorang yang lebih baik di hadapanMu
Berikanku kekuatan agar aku mampu menyandang usia 21 tahun ini tanpa sebuah kesia-siaan..
Amin...

Kamis, 18 Maret 2010

alone

Kosong, sepi, tiada ada hembusan nafas yang kudengar dari daun telingaku..
semuanya terdiam, membisu, dan seperti tak ada seorang pun disini
sendiri,,,
hatiku merasakannya
namun ternyata aku berada di tengah keramaian..
suara angin, kicauan burung bahkan hiruk pikuk mereka yang biasanya memekakkan telingaku, kini hanya seperti adegan drama pantomim, bergerak tanpa bersuara...

aku yakin, kau pernah merasakannya,,
perasaan yang timbul ketika kehadiranmu tidak diharapkan oleh sekelilingmu
atau ketika kau merasa tertinggal dibandingkan dengan yang lainnya
intinya, kau bukanlah orang yang dibutuhkan disana..

Sendiri?
mataku menolak pertanyaan hatiku
lihatlah, aku berada di tengah orang-orang disini
tapi mengapa hati ini tetap menanyakan hal itu
terus dan terus,, hingga akhirnya aku mengingat Dia..

Bisa saja, aku memang tidak diharapkan oleh orang sekitarku
Bisa saja, aku memang tidak dibutuhkan oleh mereka
Bisa saja, kehadiran mereka di sampingku hanya untuk menyenangkan hati mereka tanpa melihat apa maksud isi hatiku..
Bisa saja, keramaian yang dilihat mataku memang keramaian semu untuk hatiku..

Tapi,,,
Sudah pasti, aku bisa terus mengharapkan Dia agar selalu ada dihatiku
Sudah pasti, aku selalu merasa membutuhkan Dia dalam tiap nafasku
Sudah pasti, kehadiran mereka yang mencintaiku adalah karena cintaNya kepadaku
dan
Sudah pasti, kesepian yang ada dihatiku akan hilang jika kupenuhi hati ini dengan rindu kepadaNya...


Kutepis semua perasaan yang sempat membuatku termangu dalam beberapa saat
Biarlah mereka berbuat sesuka hatinya
Biarlah mereka tetap berada dalam ketidakpahaman akan perasaanku
Biarlah rasa tak percaya selalu menggantungi pikiran mereka terhadapku
Yang penting, aku masih diberikan karunia, berkah dan cinta dariNya sehingga aku masih bisa berpikir untuk meninggalkan perasaan yang tak menentu ini...

Syukurku tak akan berhenti atas segalanya yang telah Dia berikan...
Alhamdulillahirobbilalamin.....


*di tengah kesepian dunia manusia*