Jumat, 12 Februari 2010

Madrasah

Madrasah...
Sekolah Agama..

Dulu, mendengar nama ini akan mengingatkan ku pada sekelompok orang berjilbab dan berkopiah yang menginap di sebuah pondok dan mempelajari ilmu agama setiap harinya..
Mungkin terlihat terkekang dari kehidupan luar, tidak menyenangkan, sibuk dan melelahkan..

Tapi, semua pandangan itu hancur setelah tiga tahun aku mengalami pendidikan di sebuah madrasah. Di tempat inilah, aku merasa mengalami banyak sekali perubahan, baik dari segi pemikiran maupun penampilan.. Tidak hentinya senyum dan banggaku terucap ketika aku harus menceritakan pengalamanku di madrasah ini.. Bahagia akan semua pengalaman, bersama seluruh teman-teman dan guruku disana..

Cintaku pada madrasah ini membuatku ingin membalas semua kebaikan yang telah diberikannya padaku dulu, yah,, aku ingin menjadi dokter gigi disana setelah aku lulus nanti, paling tidak, ada yang bisa kupersembahkan kepada almamaterku tercinta ini.

Sewaktu aku duduk di bangku kelas 2, seorang guru Aqidah mengajarkan semua muridnya untuk membuat peta hidup. Seluruh anak diberikan kertas berukuran A3 dengan kotak-kotak yang bertuliskan usia di ujung kanannya, dari usia 0-70 tahun. Kami diajarkan untuk mulai menata hidup kami, merencanakan segalanya hingga usia 70 tahun. Kotak-kotak itu pun boleh diisi dengan gambar2 yang menarik. Kami mulai bermimpi, dari menentukan waktu kapan akan lulus kuliah, menikah, punya anak, memiliki perusahaan, sampai menikahkan anak dan menimang cucu. Lucu sekali jika kami mengingatnya tapi sayang kertas A3 itu dikumpulkan dan kami belum sempat menyalinnya. Seingatku, ada sebuah mimpi yang aku tulis disana,, yah, aku ingin memiki sebuah sekolah agama yang bisa dinikmati oleh setiap anak di Indonesia,, bahkan untuk anak-anak yang tidak mampu..

"Aku ingin memiliki sebuah madrasah yang biaya pendidikannya gratis"

Aku yakin, Allah akan meridhai jika aku memang bersungguh-sungguh untuk mencapainya. Semoga saja, dengan pekerjaanku sebagai dokter gigi, aku dianugerahi rejeki yang cukup dari Allah sehingga aku bisa membaginya untuk saudara-saudara seimanku.. Amin..

Cerita ini tidak berakhir sampai disitu saja,,
Kemarin, aku baru saja berkunjung ke rumah adik kakekku di Bandung, disana beliau menceritakan mengenai sebuah yayasan yang ternyata dipelopori oleh almarhum kakek kandungku, beliau menceritakan dengan semangat berapi-api bahwa dulu, almarhum kakek ku memperjuangkan sebuah tanah untuk dijadikan madrasah. dan akhirnya, kini madrasah itu sudah berdiri dan sedang dilakukan renovasi, walaupun baru TK dan Madrasah Ibitidaiyah, aku senang sekali mendengarnya... Aki, ternyata, impianku sudah lebih dahulu diwujudkan olehnya..

Selesai mendengar cerita itu, aku langsung beranjak menuju lokasi madrasah tersebut yang kebetulan dekat sekali dengan rumah adik kakekku ini, tempatnya cukup bagus dan ingin rasanya aku mengajar disana. Seandainya aku berkuliah di Bandung, aku ingin sekali bisa membantu di madrasah itu sebagai pengajar..

Sepulang dari bandung, aku semakin termotivasi untuk bisa mewujudkan impianku itu, Allahku,,, semoga aku dapat mewujudkan impian itu dan menjadi insan yang lebih berguna lagi bagi masyarakat sekitar,, amin...

Madrasah..
Sebuah kata yang kini tak akn pergi dari hati dan pikiranku...
Terima kasih Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ) Insan Cendekia Serpong,, Madrasah ku tercinta..

Tidak ada komentar: