Senin, 06 Februari 2012

HFMD

Seperti mempraktekkan ilmu yang baru saja saya pelajari di stase Penyakit Mulut, saya terkena infeksi virus yang membuat saya harus beristirahat di rumah selama beberapa hari. Awalnya gejala yang timbul tidak terlalu jelas. Hanya demam dan sakit tenggorokan. Menurut dokter umum di kampus saya, saya menderita radang tenggorokan. Tapi keesokan harinya, mulai timbul vesikel ( bintil berisi cairan serum berwarna kuning ) di wajah saya. Akhirnya saya pergi ke dokter umum di klinik dekat rumah dan didiagnosis terkena infeksi virus , antara virus Herpes atau Coxsackievirus. Setelah timbul bintik-bintik merah di tangan dan kaki saya, akhirnya saya yakin kalau saya terkena infeksi virus coxsackie dengan nama penyakit Hand Foot Mouth Disease ( HFMD).

Saya memang baru saja mempelajari infeksi virus ini, tapi tidak terpikirkan sama sekali oleh saya untuk mengalaminya sendiri. Sebenarnya penyakit ini biasa menyerang anak di bawah usia 10 tahun, tapi memang terkadang bisa menyerang orang dewasa. Beberapa waktu lalu, saya memang sering berkontak langsung dengan anak-anak SD kelas 1-3 untuk mencari calon-calon pasien anak yang akan saya rawat di stase selanjutnya. Sepertinya, kondisi imun saya sedang turun dan akhirnya tertular penyakit ini dari salah satu anak SD tersebut. Tapi, ini hanyalah kemungkinan yang saya perkirakan sendiri.

Sebenarnya penyakit ini tidak lebih parah dari infeksi virus seperti influenza. Saya mengalami demam 1 hari, sakit tenggorokan yang cukup akut dan berat ditambah munculnya bintik-bintik merah di tangan , kaki serta wajah saya. Terkadang ada gejala pusing dan malaise ( lemas ). Terapi utamanya adalah istirahat dan peningkatan kondisi imun dengan makan yang banyak dan minum vitamin. Tapi, karena ini adalah infeksi virus, maka penularannya akan sangat mudah. Bahkan, menurut beberapa literatur, infeksi ini menular melalui udara. Oleh karena itulah, saya harus beristirahat di dalam kamar selama beberapa hari sampai masa inkubasi virus tersebut selesai dan saya sudah tidak menjadi orang yang paling "infeksius" lagi.

Tidak ada yang menginginkan sakit, begitupun dengan saya. Terlebih lagi, saya harus meninggalkan kegiatan klinik di kampus. Tapi, daripada saya mengeluh, lebih baik saya nikmati saja sakit ini. Bersyukur kepada Allah, karena masih diingatkan betapa berharganya sebuah kesehatan bagi saya. Bersyukur kepadaNya karena masih ditegur atas kelalaian dan kesombongan saya dalam menjaga kesehatan. Alhamdulillah..

Syukuri sehatmu sebelum sakitmu..

2 komentar:

Rahmi Aulina mengatakan...

Cepecembuuu yischiiii! Sabar yaah, dan terus berdoa supaya cepet diberi kesembuhan.. Pasti ada makna dibalik cerita.. Hehehe :) Semangaaatt! Can't wait to see you agaaaiiin! Anen aneeett :*

Aristyani DR mengatakan...

Makasih amichaaan....
Can't wait to see you too... Tapi nanti jgn peluk2 aku dulu yaa, takut masih menular.. Hehehe...