Kamis, 31 Mei 2012

So, what's the plan?

Sebagai seorang mahasiswa kedokteran gigi, sudah pasti, saya dan juga teman-teman koas kedokteran umum akan mengalami sindrom 'masih koas' di antara teman-teman se angkatan saat SMA dulu yang berkuliah di fakultas non kedokteran. Teman-teman itu sudah lulus dari status mahasiswanya, sudah bisa mencari uang sendiri dengan bekerja atau bahkan sudah bisa menyusun rencana untuk mengambil S2. Sedangkan saya yang berada di tahap akhir masa per-koas-an harus berpikir "lebih serius" lagi mengenai rencana hidup ke depan.

Rencana mengenai kehidupan pasca klinik memang sudah pernah mampir di benak saya. Ingin praktek di klinik pribadi atau di Rumah Sakit, ingin PTT, ingin mengambil spesialis, dll. Tapi, sepertinya saat ini , saya harus  meletakkan kembali rencana-rencana itu, karena semakin dekat dengan deadline kelulusan, saya menjadi semakin berhitung mengenai waktu kelulusan saya. Yah, beginilah balada koas kedokteran gigi. Kelulusan bukanlah suatu hal yang bisa dipastikan oleh saya dan dosen semata. Ada faktor lain, seperti ke-kooperatif-an pasien dalam menjalani perawatan dan ketersediaan dental unit di kampus.

Terkadang semangat untuk menyelesaikan requirement tiba-tiba menurun bahkan hilang karena kejenuhan mulai memenuhi pikiran. Pergi ke kampus, tapi tidak mengerjakan pasien karena pasiennya tidak bisa datang tiba-tiba atau karena memang belum ada pasien yang sesuai dengan kasus yang dibutuhkan. Sedangkan, di kanan kiri saya, teman-teman lain bekerja dengan jadwal yang padat. Kondisi seperti inilah yang pernah membuat saya menjadi malas dan hampir menyerah. Alhamdulillah, saya masih memiliki teman-teman yang selalu saling menyemangati. Akhirnya, saya berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya dan mencoba untuk menjalaninya dengan terus berusaha. Insya Allah, kalau saya memang belum bisa lulus tepat waktu, pasti ada hikmahnya.Saya masih ingin membuat orangtua saya tersenyum bangga ketika melihat saya bisa lulus menjadi seorang dokter gigi dan sudah mampu mencari uang sendiri. Itu motivasi terbesar yang akhirnya berhasil membuat rasa malas dan menyerah itu perlahan menghilang. Walaupun rencana saya mungkin tidak bisa terealisasi dengan ideal, tapi setidaknya saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. ( baca : lulus dan wisuda di September 2012 ).

So, what's the plan?
It's not about PTT, or work in a hospital, or take a specialty, but 'Drg Aristyani Dwi Rahmani'  this year, aamiin...

Senin, 14 Mei 2012

Grazie..

Mungkin terkesan berlebihan, tapi saya benar-benar sedih malam kemarin. Saya sedih karena kemarin adalah malam terakhir saya melihat jagoan-jagoan saya bermain di lapangan hijau dengan seragam merah hitam. Pippo Inzaghi, Gattuso, Nesta, Seedorf, Zambrotta dan Van Bommel akan pergi meninggalkan kami, para milanisti. Sedih sekali rasanya. Untuk milanisti perempuan seperti saya, momen perpisahan tadi malam adalah momen yang sangat emosional dan penuh airmata.

Saya yang biasanya paling malas untuk menonton pertandingan via streaming akhirnya berusaha mati-matian untuk mencari link streaming yang paling bagus tadi malam demi menonton pertandingan terakhir mereka. Sebenarnya, melihat mereka bermain di lapangan saja sudah membuat saya sangat senang karena mereka memang sudah jarang sekali dimainkan oleh pelatih. Saya tidak peduli dengan skor, yang penting saya melihat mereka bermain. Tapi, ketika Inzaghi mencetak gol ke 125 nya, saya benar-benar senang. Idola saya sejak kelas 4 SD ini memberikan kenangan yang sangat bagus di permainan terakhirnya.

Seusai pertandingan, para pemain masuk ke lapangan dengan anak-anak mereka. Ini yang saya kagumi dari tim favorit saya, kekeluargaan yang benar-benar terasa di antara pemain ( itu yang saya lihat dari media ). Mengharukan sekali saat melihat para pemain itu saling berpelukan dan menangis karena harus mengalami perpisahan. Buat saya, melihat seorang laki-laki menangis adalah hal yang paling mengharukan. 

Filippo Inzaghi, dialah yang membuat saya menjadi seorang milanisti. Saat pertama saya mengenal dunia sepakbola, saya menyukai si Nyonya Tua, apalagi dengan kehebatan Del-Pippo dikala itu. Tapi, di tahun 2001/2002, Inzaghi pindah ke AC Milan. Akhirnya, saya menjadi Juventini sekaligus Milanisti. Seiring berjalannya waktu, saya akhirnya menentukan pilihan untuk menjadi Milanisti saja dan Inzaghi lah yang menjadi alasannya.

Jagoan saya memang sudah pergi. AC Milan akan berganti wajah dengan pemain yang lebih muda. Semoga regenerasi berjalan dengan baik dan Milan akan kembali menjadi tim terbaik di Italia. ForzaMilan! Grazie Sandro, Pippo, Rhino, Seedorf, Van Bommel, Zambrotta..





Minggu, 13 Mei 2012

Tragedi Sukhoi dan identifikasi gigi


Tragedi Sukhoi yang mengejutkan seluruh warga Indonesia beberapa waktu lalu juga masih membuat saya kembali merinding ketika mengingat bahwa ayah saya sempat berada di dalam pesawaat naas itu di penerbangan uji coba yang pertama. Alhamdulillah, Allah masih memberikan berkah dan pertolongannya kepada keluarga saya.

Pesawat Sukhoi super jet 100 buatan Rusia yang terjatuh di tebing Gunung Salak memang telah memberikan luka yang sangat dalam bagi keluarga para korban yang sampai saat ini masih dalam proses evakuasi dan identifikasi. Berita di televisi yang membicarkan kerja tim DVI ( Disaster Victim Identification ) membuat saya teringat kepada beberapa dosen di kampus saya yang tergabung dalam tim elit tersebut. Tim DVI merupakan tim yang terdiri dari banyak elemen, diantaranya adalah polisi, dokter umum, dokter gigi dan elemen penting lainnya. DVI juga mengingatkan saya kepada sebuah karya tulis yang saya susun di tahun 2010 mengenai gigi sebagai alat Identifikasi korban bencana.

Untuk beberapa orang, data gigi mungkin bukanlah suatu hal yang penting. Tapi, dalam dunia forensik, gigi merupakan salah satu dari 3 data primer yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi korban selain dengan DNA dan sidik jari. Metode sidik jari akan sangat sulit dilakukan jika kondisi tangan korban sudah dalam keadaan yang hancur, misalnya pada korban ledakan bom, kecelakaan pesawat, atau tenggelam di lautan. Sedangkan, metode DNA membutuhkan waktu dan biaya yang lebih banyak. Oleh karena itu, metode identifikasi dengan gigi cukup sering digunakan oleh tim DVI  (termasuk dalam kasus tragedi jatuhnya pesawat Sukhoi ) karena beberapa hal, yaitu :
1.   Gigi setiap orang berbeda. Dalam satu mulut, normalnya ada 32 gigi dengan masing-masing gigi memiliki   5 permukaan. Kondisi dan posisi dari ke 32 gigi tersebut pasti berbeda diantara satu orang dengan orang lainnya, baik itu sudah pernah ada tambalan, atau  sudah hilang. Seorang peneliti menyatakan bahwa kemungkinan kesamaan bentuk gigi antar individu adalah 1 berbanding 2 milyar
2.    Gigi sangat kuat. Gigi melekat erat pada tulang rahang, tahan terhadap proses pembusukan, tahan panas hingga 900° C dan tahan asam. 
3.       Gigi dapat memberikan informasi mengenai jenis kelamin, ras, usia dan bahkan bentuk wajah korban.

Kehebatan gigi ini sempat membuat saya tertarik pada dunia forensik sekaligus bersyukur menjadi mahasiswa kedokteran gigi.  Mungkin, suatu saat nanti, jika memang diijinkan, saya ingin mempelajari ilmu forensik lebih dalam lagi.

Semoga proses identifikasi korban Sukhoi dapat berjalan dengan lancar dan seluruh keluarga korban dapat diberikan ketabahan dan kesabaran oleh Allah. Semoga kejadian ini memberikan banyak pelajaran bagi kita semua. Aamiin... 

Selasa, 01 Mei 2012

Rumah Sakit Umum


30 April 2012, 22.45

Malam ini adalah malam terakhir saya bertugas jaga malam di IGD RSU Tangerang. Kondisi rumah sakit ini masih sama seperti 1,5 bulan lalu, ketika saya pertama kali berkenalan dengan rumah sakit ini. Setiap hari, rumah sakit ini selalu saja ramai dengan pasien rujukan. Bagian pengurusan askes dan jamkesmas juga selalu dipadati oleh pasien yang kurang mampu.  Dari pagi sampai malam, rumah sakit ini juga ramai dengan keluarga pasien yang masih saja memanggil kami dengan sebutan 'sus' karena menyangka kami adalah suster rumah sakit.

Menurut beberapa teman dan senior di kampus, stase RSUT adalah stase yang paling menyenangkan karena disini kami menjalani hari-hari tanpa ada tekanan dan tuntutan requirement yang harus kami selesaikan. Kegiatan di poliklinik, IGD dan juga kehidupan asrama membuat kami benar-benar merasa nyaman menjalani stase ini , sampai-sampai kami pun merasa sedih ketika harus berpisah dengan RSUT. 

Kegiatan poliklinik mengajarkan kami berbagai hal yang berkaitan dengan ilmu kedokteran gigi seperti berdiskusi dengan dokter ahli, melihat berbagai kasus baru dan membantu para dokter gigi melayani masyarakat umum yang membutuhkan tenaga kami. Disini, kami melihat bagaimana program pemerintah di bidang kesehatan sudah cukup memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia. Untuk beberapa kasus yang dianggap penting, masyarakat dengan askes dan jamkesmas dapat ditanggung sepenuhnya, tanpa ada bayaran sedikitpun, asalkan mereka mau mengurus surat-suratnya.

Kegiatan IGD mengenalkan kami, para calon dokter gigi, kepada kondisi pasien yang lebih umum. Disini, kami belajar banyak hal baru yang tidak kami dapatkan dari tempat lain seperti menjahit kulit, menyuntik obat anti tetanus , memasang infus, dll. Disini, kami juga berinteraksi dengan banyak perawat dan dokter dari bidang lain yang terkadang memberikan kami kuliah singkat mengenai hal-hal baru. 

Menempati asrama di lingkungan rumah sakit juga memberikan kenangan tersendiri untuk saya dan teman-teman. Mencoba mandiri (belanja, memasak, mencuci sendiri) dan menjalin kekeluargaan diantara kami ( menonton dvd bersama ) adalah hal yang akan kami ingat dari asrama koas gigi RSUT. 

Berbagai pengalaman berharga telah saya dapatkan disini, baik pengalaman dalam bidang ilmu kedokteran maupun pengalaman lain yang tidak akan saya dapatkan di stase lain. Sedih memang, karena kami akhirnya harus pergi dari kehidupan RSUT. Namun, tugas di kampus telah menunggu untuk kami selesaikan agar kami dapat segera menjadi dokter gigi dan bisa terjun langsung ke masyarakat untuk mengabdikan diri kami. Terima kasih kepada para dokter, perawat dan pihak lain yang telah memberikan banyak pengalaman berharga kepada kami.




 We will miss RSUT... 

Sabtu, 21 April 2012

Sekolah lagi..

"Selesai sarjana, mau kerja dimana? "
" Rencananya mau lanjut sekolah lagi, S2 di luar negeri"

Jujur, saya merinding setiap mendapatkan jawaban seperti itu dari teman-teman saya. Subhanallah, betapa besar keinginan mereka untuk terus belajar. Kekaguman saya langsung muncul seketika. Mereka masih haus akan ilmu dan akan berjuang untuk mendapatkannya. Sedangkan, saya sendiri masih berkutat dengan dunia per-koas-an yang masih perlu tenaga dan tekad kuat untuk menyelesaikannya. 

Sebuah hadits menggambarkan dengan jelas, betapa istimewanya orang-orang yang haus akan ilmu. Rasulullah bersabda bahwa mencari ilmu pengetahuan adalah jalan menuju surga. Dia mengatakan 'Barangsiapa yang mengikuti jalan untuk mencari pengetahuan, maka Allah akan memudahkan jalan baginya untuk mencapai surga' (Al-bukhari)

Dalam dunia profesi yang saya jalani, sekolah yang mungkin akan diambil setelah lulus menjadi seorang dokter gigi adalah melanjutkan ke pendidikan spesialis, walaupun ada beberapa senior saya yang lebih memilih untuk melanjutkan sekolah S2. Sejak awal saya menginjakkan kaki di fakultas kedokteran gigi, saya tertarik dengan bidang bedah mulut. Tapi, karena pertimbangan waktu sekolah yang cukup lama dan beberapa alasan lainnya, akhirnya saya mundur teratur dari keinginan saya menjadi seorang spesialis bedah mulut. Menjalani stase demi stase, saya pun mulai memiliki ketertarikan kepada bidang lain. Tapi, keinginan saya untuk mengambil pendidikan spesialis masih belum kuat, karena faktor waktu sekolah dan biaya yang cukup besar untuk dikeluarkan. 

Di satu sisi, saya memang memiliki keinginan untuk menuntut ilmu lagi sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih banyak kepada masyarakat seperti yang saya lihat dari para doktor dan profesor yang ada di kampus saya. Tapi, di sisi lain, ada sebuah pemikiran dari dalam hati, bahwa kelak, saya bukanlah seseorang yang hanya memikirkan tentang pencapaian diri saya sendiri. 

Apapun yang akan terjadi nanti, sebagai seorang dokter gigi umum, dokter gigi spesialis, doktor ataupun profesor, insya Allah, saya akan terus belajar dan belajar ( formal atau informal ) untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Insya Allah. Aamiin.. 



Minggu, 08 April 2012

Pendidikan dokter/dokter gigi

"Kamu tidak perlu mempelajari sampai sejauh itu, itu bagiannya spesialis."
"Kamu tidak boleh mengerjakan kasus itu, itu sulit."

Kalimat-kalimat di atas cukup sering saya dengar dari dosen-dosen pengajar pendidikan dokter/dokter gigi, baik secara langsung maupun dari cerita-cerita yang disampaikan teman atau senior. Saya tidak menyalahkan cara mereka mendidik kami, tapi sepertinya ada yang salah dari kalimat di atas.

Bagi saya, pengetahuan adalah sesuatu yang sangat berharga dan tidak ada batasan bagi siapapun untuk bisa mendapatkannya dengan sebanyak-banyaknya. Seorang anak kecil usia 3 tahun tidak pernah dilarang untuk mulai mempelajari cara bermain piano dengan alasan terlalu muda. Apakah nantinya anak itu bisa bermain piano atau tidak, itu adalah hal yang berbeda. Begitu pula dengan ilmu-ilmu dalam bidang kedokteran/kedokteran gigi.

Dalam pelaksanaannya, para GP ( General Practicioner ) atau dokter/dokter gigi umum memang hanya boleh melakukan sebuah perawatan yang dirasa mampu untuk dilakukan, tapi dalam hal mendapatkan pengetahuan yang lebih, menurut saya, siapapun boleh berusaha mendapatkannya baik dalam seminar ataupun pengajaran informal.


" Kasus ini memang sulit, oleh karena itu, kamu harus lebih berhati-hati dan belajar lebih banyak lagi"
"Sebenarnya kalian tidak perlu mempelajari sampai sejauh ini, tapi sebagai tambahan ilmu, kalian boleh mempelajarinya"

Hanya sedikit sekali dari para pengajar yang akan mengatakan kalimat di atas. Mereka adalah pengajar yang dengan senang hati memberikan tambahan ilmu kepada muridnya. Ilmu yang tidak akan ditemukan di textbook atau jurnal manapun. Ilmu yang membuat muridnya menjadi percaya diri dan merasa siap untuk terjun ke masyarakat. Pengajar inilah yang selalu mengatakan bahwa mereka masih bodoh, sehingga mereka masih terus belajar. Merekalah yang membuat murid-muridnya tidak merasa takut melainkan segan dan hormat. Alasan mereka mengajar bukanlah untuk kebanggaan bahwa mereka adalah seorang ahli / profesor yang belum dapat ditandingi kemampuannya , tapi sebuahkebanggaan bahwa murid-muridnya kelak bisa lebih baik dari mereka.

Seorang teman mengatakan kepadaku bahwa dokter dan guru adalah dua pekerjaan yang paling mulia. Jika ada seorang dokter yang juga menjadi guru, maka seharusnya dia menjadi orang yang sangat mulia. Tapi, kemuliaan memang tidak bisa ditemukan dengan mudah. Kemuliaan itu hanya akan ditemukan pada seorang dokter yang mengajarkan murid-muridnya dengan ketulusan hati.

Untuk para dosen yang telah mengajarkan saya dengan sabar dan tulus, Terima Kasih, Dok!!


Selasa, 20 Maret 2012

Pahlawan masa kini

Ketika jam di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Tangerang menunjukkan pukul 17.30, kami mendengar suara rintihan seorang anak yang menahan rasa sakit dan derap kaki yang terburu-buru, bergerak cepat memasuki ruang IGD. Pasien baru telah datang.

Setelah anak berbaju seragam putih merah itu dibaringkan diatas kasur IGD, seorang lelaki muda dengan usia mendekati 20 tahun , yang tadi telah menggendong anak kecil ini masuk , mulai berbicara kepada kami dan meminta pertolongan kami. Lelaki ini terlihat sedikit panik. Dia segera mengambil saputangan miliknya, lalu membasahinya dengan air dan berusaha untuk membersihkan darah yang ada di sekitar luka. Kami berpikir bahwa lelaki ini adalah keluarga atau kerabat dari pasien.

Kami pun bergegas memberi kabar kepada perawat bedah yang sedang bertugas di ruangan lain mengenai kehadiran pasien baru. Setelahnya, barulah kami mulai menanyakan kronologis kejadian yang dialami anak dengan luka robek pada kaki di bagian bawah lutut itu. Anak itu bercerita dengan panik karena melihat banyaknya darah yang keluar dari kakinya. Lukanya cukup besar, otot dalamnya pun terlihat dengan jelas. Akhirnya, kamipun bertanya kepada lelaki yang mengantarnya tadi yang kami yakini sebagai keluarganya. Tapi, ternyata, lelaki ini bukanlah keluarga ataupun kerabatnya. Dia hanyalah seorang lelaki yang tidak sengaja lewat di dekat lokasi kejadian dan melihat kondisi anak itu lalu segera membawanya ke Rumah Sakit. Dia pun tidak terlalu mengetahui kronologis kejadiannya apalagi identitas dari si anak. Yang dia ketahui hanyalah kondisi pasien yang harus segera diobati. Lelaki ini terus berdiri di samping kasur pasien sambil menunggu datangnya perawat dengan wajah penuh kekhawatiran dan iba. Tidak lama setelahnya, perawat pun datang dan segera memberikan pertolongan kepada pasien.

Memang sulit menemukan sosok pahlawan berhati mulia saat ini. Tapi, ketika aku melihat ketulusan dari seorang lelaki muda di ruangan IGD ini, aku pun menjadi percaya, bahwa hati yang mulia itu masih tersedia di bumi Indonesia walaupun sudah menjadi barang yang sangat langka. Lelaki itu mungkin bukan siapa-siapa, tapi dia adalah pahlawan bagi anak yang ditolongnya. Subhanallah.. Semoga Allah membalas semua kebaikannya, aamiin...


Sabtu, 03 Maret 2012

Anak-anak

Bekerja di stase anak memang memiliki pengalaman dan pelajaran yang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan stase lainnya. Biasanya saya dan teman-teman lebih banyak mempelajari hal-hal baru dalam bidang medis yang saya lihat secara langsung di masyarakat seperti korban kecelakaan lalu lintas, penyakit kanker dan penyakit-penyakit menyeramkan lainnya. Di stase anak, saya memperlajari banyak hal baru yang membuat saya dan teman-teman semakin mensyukuri rahmat dan anugrah dari Yang Maha Kuasa.

Di stase anak, saya harus mencari pasien sendiri. Akhirnya, saya dan kelompok mulai berusaha menyusuri wilayah di sekitar Salemba untuk mencari anak-anak yang giginya bermasalah dan mau dirawat oleh kami. Kami mencari selama beberapa hari , menyusuri jalanan kecil Paseban, Salemba Tengah, Salemba Bluntas hingga ke daerah Percetakan Negara.

Inilah Jakarta. Begitu keluar dari kampus UI yang terkesan mewah karena gaya hidup dosen dan mahasiswanya, kami langsung dapat menemukan rumah yang hanya terdiri dari seng dan berukuran tidak lebih dari 3 m x 3 m. Itu adalah rumah dari anak yang menjadi pasien saya. Ibunya bekerja sebagai buruh cuci sedangkan ayahnya tidak bekerja. Pasien teman-teman saya pun bernasib sama. Rumah dengan ukuran sekitar 3 m x 5 m , dihuni oleh sekitar 10 orang. Cukup menyedihkan melihatnya. Setiap kami menjemput dan mengantar anak-anak itu pulang ke rumahnya, semakin kami merasa miris namun mensyukuri nikmat dari Allah.

Setelah beberapa minggu dirawat, akhirnya kami mengajak anak-anak itu untuk makan bersama di sebuah mal dekat kampus kami, Atrium Senen. Sebuah Mal yang mungkin dianggap tidak berkelas oleh sebagian orang. Jarak antara Mal Atrium Senen dengan rumah anak-anak ini cukup dekat, waktu tempuhnya tidak sampai 10 menit jika menggunakan kendaraan bermotor. Tapi, sejujurnya, saya dan teman-teman cukup terkejut ketika melihat reaksi anak-anak itu setelah masuk ke dalam Mal. Mereka sangat senang dan begitu excited saat melihat lift, menaiki escalator, melihat banyak manekin, bermain perosotan di Mcd dan melihat betapa tingginya gedung Mal yang terdiri dari 5 lantai.

Ternyata, adegan yang pernah saya lihat di film, benar-benar terjadi di depan mata. Mereka adalah anak-anak yang jarang sekali mendapatkan hiburan, padahal mereka tinggal di ibukota Jakarta. Senang sekali saat melihat senyum kelelahan di wajah mereka. Selama berada di Mall, mereka berlari-lari dan saling berebut untuk menaiki escalator, tapi mereka senang. Itulah yang membuat kami pun ikut senang.



Kamis, 16 Februari 2012

Penggenggam Hujan

Mungkinkah suaramu keluar bercampur isak yang tertahan? " Selama hidupku, aku tidak pernah marah separah yang kurasakan kali ini. Jika kelak Allah memberikan kemenangan kepada kita, akan kurusak muka tiga puluh mayat kaum Quraisy!"

Hamzah, pembelamu yang gagah tak tertandingi, hari ini terbujur dengan jasad yang terkoyak-koyak. Dadanya terbelah dan jelas ada bagian dalam tubuhnya yang hilang. Wajahnya juga rusak dengan organ-organ yang tidak lagi berada pada tempatnya.

Apakah yang engkau alami kemudian ketika keluar dari bibirmu kata-kata bersajak yang terdengar agung di telinga para sahabatmu? "Jika kalian ingin melakukan pembalasan, balaslah sesuai dengan yang mereka lakukan kepadamu, tetapi sesungguhnya memberikan maaf itu jauh lebih baik bagi orang-orang yang sabar. " Engkau membatalkan sumpahmu sebelumnya lalu melarang keras setiap tindakan merusak muka mayat pada setiap peperangan berakhir.


Itu adalah kutipan dari novel berjudul "Muhammad, lelaki penggenggam hujan" karya Tasaro GK. Bagian inilah yang membuatku menjadi sangat terkesan dengan isi novel ini. Bahasa yang disampaikan begitu indah dan seperti langsung tertuju ke hatiku. Membaca novel ini seperti menyelami peradaban di Persia dan Arab ketika itu, mengetahui betapa mulianya Sang Lelaki Penggenggam Hujan.

Buku ini memang tidak menceritakan sejarah dari awal Rasulullah lahir sampai meninggal. Tasaro hanya mengambil beberapa kejadian dari kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya dalam bentuk sebuah cerita yang sangat deskriptif. Dalam novel ini, ada seorang tokoh bernama Kashva dari Persia yang ingin sekali bertemu Rasulullah untuk membuktikan ramalan yang ada di agamanya. Cerita mengenai sosok bernama Kashva inipun dapat disampaikan dengan sangat menarik oleh Tasaro. Novel ini juga menggambarkan bahwa berita akan datangnya seorang Nabi untuk seluruh umat telah ada di seluruh agama yang ada di muka bumi. Subhanallah..

Membaca cerita tentang Rasulullah selalu memberikan dampak kerinduan yang sangat dalam kepadanya. Membuat kita menjadi semakin dan semakin mencintai pribadinya yang mulia. Untuk yang ingin menikmati kecintaan dan kerinduan kepada Sang Lelaki Penggenggam Hujan, novel ini sangat direkomendasikan.

Terima kasih kepada Tasaro GK



Senin, 06 Februari 2012

HFMD

Seperti mempraktekkan ilmu yang baru saja saya pelajari di stase Penyakit Mulut, saya terkena infeksi virus yang membuat saya harus beristirahat di rumah selama beberapa hari. Awalnya gejala yang timbul tidak terlalu jelas. Hanya demam dan sakit tenggorokan. Menurut dokter umum di kampus saya, saya menderita radang tenggorokan. Tapi keesokan harinya, mulai timbul vesikel ( bintil berisi cairan serum berwarna kuning ) di wajah saya. Akhirnya saya pergi ke dokter umum di klinik dekat rumah dan didiagnosis terkena infeksi virus , antara virus Herpes atau Coxsackievirus. Setelah timbul bintik-bintik merah di tangan dan kaki saya, akhirnya saya yakin kalau saya terkena infeksi virus coxsackie dengan nama penyakit Hand Foot Mouth Disease ( HFMD).

Saya memang baru saja mempelajari infeksi virus ini, tapi tidak terpikirkan sama sekali oleh saya untuk mengalaminya sendiri. Sebenarnya penyakit ini biasa menyerang anak di bawah usia 10 tahun, tapi memang terkadang bisa menyerang orang dewasa. Beberapa waktu lalu, saya memang sering berkontak langsung dengan anak-anak SD kelas 1-3 untuk mencari calon-calon pasien anak yang akan saya rawat di stase selanjutnya. Sepertinya, kondisi imun saya sedang turun dan akhirnya tertular penyakit ini dari salah satu anak SD tersebut. Tapi, ini hanyalah kemungkinan yang saya perkirakan sendiri.

Sebenarnya penyakit ini tidak lebih parah dari infeksi virus seperti influenza. Saya mengalami demam 1 hari, sakit tenggorokan yang cukup akut dan berat ditambah munculnya bintik-bintik merah di tangan , kaki serta wajah saya. Terkadang ada gejala pusing dan malaise ( lemas ). Terapi utamanya adalah istirahat dan peningkatan kondisi imun dengan makan yang banyak dan minum vitamin. Tapi, karena ini adalah infeksi virus, maka penularannya akan sangat mudah. Bahkan, menurut beberapa literatur, infeksi ini menular melalui udara. Oleh karena itulah, saya harus beristirahat di dalam kamar selama beberapa hari sampai masa inkubasi virus tersebut selesai dan saya sudah tidak menjadi orang yang paling "infeksius" lagi.

Tidak ada yang menginginkan sakit, begitupun dengan saya. Terlebih lagi, saya harus meninggalkan kegiatan klinik di kampus. Tapi, daripada saya mengeluh, lebih baik saya nikmati saja sakit ini. Bersyukur kepada Allah, karena masih diingatkan betapa berharganya sebuah kesehatan bagi saya. Bersyukur kepadaNya karena masih ditegur atas kelalaian dan kesombongan saya dalam menjaga kesehatan. Alhamdulillah..

Syukuri sehatmu sebelum sakitmu..

Minggu, 22 Januari 2012

Kuasa Allah

Apakah kau pernah melihat atau mendengar sebuah fenomena yang jelas-jelas menunjukkan betapa besar kuasa Allah dalam hidup kita sebagai hambaNya? Saya pernah dan beberapa akhir ini, saya semakin sering melihatnya.

Pertama, saya akan membicarakan soal kemungkinan seseorang terkena penyakit yang mematikan, seperti kanker ( maaf kalau topiknya soal kanker lagi, maklumlah, saya lagi sering bertemu dengan kasus ini :p). Seorang guru besar di kampus saya pernah menjelaskan kepada saya dan kawan-kawan tentang penyakit ini. Saat itu, kawan saya bertanya kepadanya, "Dok, sebenarnya, apakah yang menjadi penyebab terjadinya kanker?". Guru besar tersebut menjawab dengan santai, "Kanker itu tidak ada penyebab nya, karena itu semua sudah tertulis di tanganmu sejak kau lahir. Jika sejak awal, kau ditakdirkan mengidap kanker, maka apapun yang terjadi, kau akan tetap mengidap kanker. Tapi, jika kau memang tidak ditakdirkan mengidap penyakit kanker, maka kau tidak akan permah mendapatkan penyakit itu". Sejujurnya, saat itu, saya merasa jawaban beliau hanya sesuatu hal yang kurang ilmiah. Tapi, lama kelamaan, akhirnya saya menyadari bahwa yang dikatakannya adalah benar.

Beberapa hari yang lalu, saya bertemu dengan dua orang pasien kanker di RSCM. Kondisi kedua pasien sungguh berbeda dan bertolak belakang. Pasien pertama datang dengan kondisi lemah, sulit berbicara dan ditemani oleh istrinya. Setelah menggali informasi dari sang istri, akhirnya diketahui bahwa pasien pernah memiliki kebiasaan yang memang bisa menjadi faktor pemicu untuk terkena penyakit kanker, seperti merokok 3 bungkus per hari, memakan mie instan setiap hari, dll. Para dokter pun menjadi mudah untuk mengidentifikasi faktor yang memicu terjadinya kanker pada pasien pertama tersebut. Namun, pasien kedua sangat berbeda. Beliau datang sendiri dengan kondisi yang cukup baik walaupun ada gangguan pada penglihatannya. Beliau membawa sebuah tas yang berisikan toples dengan berbagai macam obat di dalamnya dan sebuah map yang berisi semua dokumen pemeriksaan yang telah beliau lakukan. Menurut saya dan kawan-kawan, pasien ini adalah orang yang rapi. Setelah bertanya beberapa hal, diketahui bahwa pasien ini sama sekali tidak memiliki kebiasaan yang dapat menjadi faktor pemicu terjadinya kanker. Bagi kami, bahasa kasarnya adalah " pasien ini tidak memiliki dosa untuk mendapatkan penyakit kanker". Beliau tidak merokok, beliau sangat jarang mengkonsumsi mie instan, dan hal-hal lainnya. Tim dokter pun cukup bingung untuk mencari faktor yang menyebabkan terjadinya kanker pada pasien kedua ini. Sampai, pada akhirnya, seorang dokter muda mengatakan kepada saya, " Inilah yang suka membuat saya bingung, dia (pasien) tidak memiliki kebiasaan apapun yang bisa membuatnya mengidap penyakit kanker, tapi jika ini sudah menjadi kehendak Tuhan, maka inilah yang terjadi".

Hal kedua yang ingin saya ceritakan adalah sebuah kecelakaan yang baru saja terjadi di daerah Jakarta pagi tadi. Sebuah mobil menabrak 12 orang yang sedang berjalan di trotoar dan menyebabkan 9 orang di antaranya meninggal dunia dan 3 orang lainnya kritis. Sungguh menyedihkan dan menyeramkan ketika saya mendengar berita ini. Sebagai pejalan kaki, saya seringkali berpikir, selama saya berjalan di tempat yang seharusnya dan tidak melanggar, maka saya akan terhindar dari hal-hal buruk seperti kecelakaan. Berjalan di tengah jalan lalu tertabrak mobil yang sedang melintas masih mungkin dan biasa terjadi, tapi kali ini , berjalan di trotoar saja bisa tertabrak sampai meninggal. Inilah kuasa Allah.

Persoalan merokok juga sering sekali berkaitan dengan hal ini. Banyak perokok yang mengatakan "yang tidak merokok, juga bisa mati muda" atau "yang merokok sampai tua dan masih hidup dengan sehat juga banyak, jadi untuk apa saya berhenti merokok". Hal serupa juga bisa dikaitkan dengan persoalan kanker yang saya bahas sebelumnya, "Jika yang tidak merokok saja bisa terkena kanker, untuk apa saya berhenti merokok, toh sama saja". Sebenarnya bukan itulah kesimpulannya. Bagi saya, tubuh dan kesehatan yang telah diberikan oleh Allah kepada kita adalah sebuah amanah yang harus kita jaga. Oleh karena itu, kita harus mensyukuri hidup ini dengan selalu menjaga kesehatan kita.

Tidak ada yang bisa menjamin sesuatu dalam hidup kita, karena kepastian itu hanyalah milik Allah, tugas kita hanyalah berusaha dan berdoa demi kebaikan kita. Allah memiliki kuasa penuh atas diri kita. Apapun yang kita inginkan dan usahakan, jika Allah tidak meridhainya maka itu tidak akan terjadi. Hidup, mati, rezeki dan jodoh, semua bergantung kepada kehendakNya. Sebagai hambaNya, kita harus yakin bahwa apapun keputusan Allah itulah yang terbaik untuk kita. Allah knows best!!

Selasa, 03 Januari 2012

Karsinoma dan Jamkesda

Saat ini, aku sedang menjalani stase klinik Penyakit Mulut di RSCM. Disini, aku bertugas untuk membantu para dokter mengisi status pasien dengan baik dan benar. Aku tidak mengerjakan tindakan apapun kepada pasien, sama seperti saat aku bertugas di stase klinik Bedah Mulut sebelumnya, namun sekarang aku mendapatkan lebih banyak pengetahuan baru tentang dunia kesehatan di Indonesia.

Hari ini, aku bertemu dengan pasien yang memiliki penyakit KNF ( Karsinoma Naso Faring ), yaitu sejenis tumor ganas yang menyerang daerah nasofaring. Disini, aku memang sering sekali menghadapi pasien KNF. Hampir setiap hari, selalu ada pasien KNF yang datang ke poliklinik Penyakit Mulut. Sebetulnya, penanganan tumor ini bukanlah bagian dari pekerjaan kami , para dokter gigi. Biasanya pasien ini dirujuk oleh bagian THT ( Telinga Hidung Tenggorokan ) atau dari bagian Radioterapi kepada kami untuk diperiksa apakah ada sumber infeksi dari dalam mulut yang harus dihilangkan agar tidak memberikan dampak yang lebih buruk kepada pasien setelah menjalani perawatan tumornya ( radioterapi dan kemoterapi ).

Pasien yang kutemui hari ini adalah seorang lelaki berusia 60 tahun yang datang didampingi oleh anak perempuannya. Bapak ini berasal dari Parung, seorang petani yang menggarap ladangnya sendiri. Ternyata, anak Bapak ini juga mengalami keluhan yang sama, yaitu benjolan di bagian lehernya. Namun, anaknya ini belum sempat memeriksakan diri kepada dokter. Satu hal yang sangat aku ingat dari penyakit KNF ini. Hampir setiap pasien KNF selalu mengakui bahwa dirinya adalah seorang perokok berat dan pengonsumsi mi instan. Dua hal ini memang telah menjadi faktor yang memicu timbulnya tumor ganas ini. Bapak ini pun termasuk dari pasien KNF yang merokok dan mengonsumsi mi instan dengan rutin dulunya. Bahkan, bapak ini juga sering makan ikan asin dan terasi juga vetsin. Itupun menjadi faktor pemicu dari penyakit ini.

Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, akhirnya diputuskan bahwa Bapak ini harus menjalani beberapa perawatan gigi sebelum menjalani perawatan radioterapi. Dokter mulai menanyakan jenis jaminan apa yang digunakan si Bapak. Ternyata Bapak yang seorang petani ini tidak menggunakan jaminan apapun untuk berobat di RSCM. Dokter menjelaskan bahwa perawatannya membutuhkan biaya yang cukup besar karena akan berkali-kali dilakukan. Dokter pun menyarankan Bapak ini untuk segera mengurus jaminan yang bisa digunakan, misalnya Askes atau Jamkesda ( Jaminan Kesehatan Daerah ). Ternyata Bapak ini sudah pernah menggunakan Jamkesda saat berobat di RS.Fatmawati, namun kata beliau, jamkesda tersebut tidak bisa digunakan di RSCM. Beliau menceritakan kepada kami bahwa beliau sudah sempat bolak-balik ke Dinkes untuk mengurus Jamkesda itu namun hasilnya nihil karena mereka tidak percaya bahwa Bapak memiliki penyakit tumor. (KNF itu terlihat seperti benjolan di leher).

Saat aku mendengar cerita Bapak, rasa ibaku muncul. Akhirnya, dokter pun menjelaskan kepada Bapak agar beliau meminta surat keterangan dari bagian radioterapi untuk dibawa ke Dinkes sehingga jamkesda dapat digunakan. Bapak terlihat bingung mendengar penjelasan dokter dan Bapak berkali-kali mengatakan bahwa beliau sudah berusaha untuk mendapatkan jamkesda tersebut namun tidak berhasil. Setelah itu, dokter mengatakan bahwa perawatan gigi yang harus dilakukan itu juga membutuhkan biaya dan dokter sempat menawarkan kepada Bapak, apakah untuk perawatan gigi masih bisa dengan uang sendiri, sambil mengurus jamkesda untuk perawatan tumornya? Bapak menjawab

"Sebetulnya saya maunya begitu dok, tapi sekarang uang saya tinggal ada untuk ongkos aja. Saya tadi abis kecopetan di Bus Patas".

Ya Allah, sedih sekali mendengarnya. Saat itu, rasanya aku ingin marah dengan pencopet di Bis itu. Tapi, aku sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali berdoa agar jamkesda dapat segera digunakan oleh bapak itu di RSCM. Aamiin..

Kamis, 29 Desember 2011

2011 : new life!

Kehidupanku di tahun 2011 telah menjadi awal dari segalanya.

Di tahun ini, akhirnya aku merasakan wisuda yang kuimpikan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar dulu. Mimpi pertamaku telah tercapai. Lulus menjadi seorang sarjana dengan hasil yang membuat orangtuaku tersenyum bahagia. Kelulusan yang euforianya hanya kurasakan dalam waktu satu hari saja karena aku akan menghadapi tantangan baru untuk mencapai mimpiku selanjutnya, menjadi dokter gigi.

Kehidupan klinik mulai ku jalani sejak awal tahun hingga saat ini. Menghadapi sebuah kehidupan baru yang sungguh tak pernah kubayangkan sebelumnya. "Welcome to the jungle" yang dulu sering diucapkan senior ternyata memang sangat tepat diberikan kepada kami, mahasiswa klinik baru.

FKG UI 2007 , insya Allah lulus bareng semua!!

Di dunia klinik, aku mulai menghadapi 'real world'. Disini apapun bisa terjadi tanpa pernah aku bayangkan sebelumnya. "Kekuasaan" telah berkuasa sepenuhnya tanpa memandang kebenaran. Aku harus siap menghadapi semua kemungkinan kegagalan dan berusaha untuk terus semangat demi masa depanku. Berhubungan langsung dengan bermacam karakter pasien dan mengatur jadwal kerja yang harus bisa disesuaikan dengan jadwal pasien, dosen dan klinik adalah keseharianku. Di klinik jugalah, aku mengenal berbagai macam karakter orang, termasuk teman sendiri yang karakter aslinya baru diketahui saat sudah berada di klinik. Kehidupan klinik telah menjadi miniatur kehidupan pasca kampus bagiku dan ini adalah langkah awal untuk mencapai mimpi menjadi dokter gigi.

Selain awal dari masa depanku menjadi seorang dokter gigi, tahun 2011 juga telah menjadi awal dari masa depanku yang lain. Di tahun ini, beberapa temanku telah menjalani fase baru dalam kehidupannya. Dua orang teman SMA ku telah menjadi seorang ibu dan tiga orang teman kampusku telah menjadi seorang istri dan calon ibu. Aku pun mempunyai mimpi yang ingin kuraih di tahun 2012 dan rasanya tahun ini menjadi awal yang pas bagiku untuk mulai memikirkannya. Alhamdulillah, Allah telah memberikan jalan bagiku untuk mengawalinya. Di tahun ini, beberapa kejadian telah mengantarkanku pada pemikiran yang lebih lanjut dalam mencapai mimpiku ini. Walaupun , perjalanan ini masih panjang, namun aku sudah mulai bisa menyusun rencana untuk meraih masa depanku yang lain di tahun depan.

2011 telah meninggalkan begitu banyak kenangan yang akan terus hadir dalam ingatan. Persahabatan yang selalu menjadi kekuatan utamaku semakin kurasakan keindahannya. Rasa syukur dan ikhlas telah menunjukkan keajaibannya dengan luar biasa di tahun ini.

Terima kasih ya Allah atas segala perasaan yang pernah kurasakan di tahun 2011. Kasih, sayang, sedih, marah, bahagia dan semua perasaan yang membuatku semakin merasakan anugrah dan cinta dariMu. Terima kasih ya Allah, Alhamdulillah..

*quote of the year : Manusia hanya bisa berencana dan berusaha, hasil akhir tetap menjadi kehendakNya...

Kamis, 15 Desember 2011

Garuda dan Sepakbola

Alhamdulillah. Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk menonton premier sebuah film nasional secara gratis karena adanya kerjasama antara kampus saya dengan perusahaan yang menjadi sponsor film tersebut. Saya dengan teman kelompok saya ditugaskan mengajak 65 anak SD binaan kampus saya untuk menonton premier film tersebut bersama-sama. Ini pengalaman pertama bagi saya untuk menonton premier sebuah film nasional. Disamping banyaknya artis-artis yang datang, saya juga bisa merasakan menonton film bersama para pemain di satu studio yang sama.

Tapi, bukan itu intinya.

Film yang saya tonton berjudul sama dengan sekuel pertamanya, Garuda di Dadaku 2. Sebuah film yang mengisahkan kehidupan sepakbola di tanah air kita tercinta. Kalau di film pertama, sang pemeran utama masih berusaha dari nol untuk menjadi pesepakbola nasional, di film kedua ini, masalah yang dihadapi pemeran utama adalah bagaimana caranya mempertahankan prestasi di tim nasional. Banyak sekali nilai-nilai yang bisa diambil dari film berdurasi sekitar 2 jam ini. Persahabatan , arti keluarga, cinta di masa SMP, dan juga tentang kondisi negeri kita saat ini.

Garuda di Dadaku telah menjadi simbol kecintaan masyarakat Indonesia atas olahraga yang satu ini. Olahraga yang nyatanya telah banyak disusupi intrik dan politik kotor yang merugikan banyak pihak, termasuk masyarakat Indonesia itu sendiri. Di film GDD 2 , kondisi sepakbola di Indonesia saat ini dapat digambarkan sang sutradara dengan cukup baik. Banyaknya campur tangan partai sponsor terhadap para pemain dan juga soal pelatih yang disingkirkan karena tidak mau menuruti kemauan para pengurus.

Kondisi sepakbola di negeri ini memang belum mengalami perbaikan yang signifikan. Harapan akan perubahan ke arah yang lebih baik setelah pergantian pengurus ternyata pupus sudah. Kenyataannya, persoalan sepakbola masih akan terus dihantui oleh tangan-tangan licik para politikus dan antek-anteknya. Ketua yang baru seolah-olah hanya ingin membalas perlakukan ketua sebelumnya tanpa mementingkan kemajuan sepakbola Indonesia dengan lebih baik. Entah kapan, mimpi akan sepakbola Indonesia yang sukses bisa tercapai. Tapi, selama kita masih bisa bermimpi, maka masih ada kemungkinan mimpi itu tercapai suatu saat nanti.

Saya hanyalah penonton film dan penggemar sepakbola yang merasa miris dengan kondisi sepakbola negeri kita saat ini. Semoga suatu saat nanti, ada yang bisa saya lakukan selain menulis tulisan ringan bobot ini , demi kemajuan sepakbola Indonesia.

Garuda di Dadaku, Garuda Kebanggaanku,
Kuyakin, Hari ini, Pasti menang!!


Senin, 28 November 2011

The power of smoke

Menurut wikipedia, rokok adalah

"Silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya."

Berdasarkan pernyataan di atas, rokok menjadi terlihat sangat sederhana. Rokok hanyalah silinder sepanjang jari tangan manusia dewasa yang berisi tembakau dan dapat dihisap. Namun, bagi saya, rokok tidak sesederhana itu.

Dampak buruk dari rokok sudah diketahui oleh masyarakat dengan cukup jelas. Hal ini juga sudah tertulis di setiap bungkus rokok yang mungkin hanya dianggap sebagai titik kecil yang tidak terlihat oleh para perokok. Salah satu dampak buruknya adalah kondisi kesehatan gigi mulut yang tidak baik. Sebagai calon dokter gigi, saya sudah cukup sering berhadapan dengan pasien perokok. Bahkan, sebelum saya menanyakan kebiasaan buruk pasien ( merokok ), saya sudah bisa mengetahui apakah pasien tersebut merokok dari kondisi gigi mulutnya yang tidak baik dan bau khas tembakau dari mulutnya. Kasus kanker atau tumor di mulut yang sering saya temukan juga memiliki kaitan yang kuat dengan riwayat rokok. Bagi praktisi kesehatan, merokok adalah kebiasaan buruk. Namun, pada kenyataannya, masih banyak praktisi kesehatan yang merokok dengan tenang.
The power of smoke #1: Rokok membuat para ahli dan praktisi kesehatan menutup mata atas efek buruk dari rokok terhadap kesehatan diri dan keluarga mereka sendiri

Selain membahayakan kesehatan, rokok juga mempengaruhi kehidupan perekonomian seseorang. Saya tidak membicarakan para jutawan yang memiliki cukup banyak uang untuk dibuang menjadi asap. Saya membicarakan orang-orang yang masih menikmati pekerjaannya sebagai pengemis dan menggunakan uang hasil mengemisnya tersebut untuk membeli silinder sepanjang 12 cm dibandingkan sebungkus nasi untuk diri dan keluarganya.
The power of smoke # 2 : Rokok telah membuat seseorang, dengan kondisi ekonomi yang kurang, lebih memilih untuk tidak makan dibandingkan tidak merokok

Di samping membahayakan kesehatan perokok, rokok juga dapat mempengaruhi kesehatan orang-orang di sekitar perokok karena menghidup udara yang telah terkontaminasi asap rokok dengan zat kimia di dalamnya. Peraturan mengenai kawasan anti rokok hanya menjadi wacana yang terus dilanggar oleh para perokok yang mungkin salah satunya adalah pembuat peraturan itu sendiri. Para pemimpin lembaga negara atau bahkan pemimpin keluarga tidak lagi memperhatikan kondisi orang-orang disekitarnya. Padahal mereka memiliki tanggung jawab terhadap orang-orang yang dipimpinnya.
The power of smoke # 3 : Rokok telah membuat para pemimpin mengabaikan amanahnya untuk bertanggung jawab atas yang dipimpinnya dan rokok telah membuat "rules maker" menjadi "rules breaker"

Iklan mengenai bahaya rokok sudah semakin sering ditayangkan di televisi. Kampanye anti rokok pun semakin gencar dilakukan oleh para "musuh rokok". Namun, iklan-iklan rokok yang ada di televisi dan media cetak juga semakin meriah. Rumah-rumah dan warung-warung yang berada di pinggir jalan raya pun semakin didominasi oleh lambang-lambang rokok. Acara musik dan acara olahraga pun dikuasai oleh perusahaan rokok. Bahkan, atlet yang menggambarkan sosok 'paling sehat' pun mengiklankan rokok.
The power of smoke #4 : Begitu banyak yang mengkampanyekan anti rokok, tapi lebih banyak lagi yang mengiklankan rokok.

Persoalan rokok ini memang belum bisa diselesaikan karena saat ini, siapa yang beruang, maka dia yang berkuasa dan rokok adalah pihak yang memiliki uang dan kekuasaan. Entah apa yang membuat para perokok memiliki prinsip " saya bisa mati jika saya tidak merokok". Entah apa yang dapat menyadarkan mereka bahwa udara yang mereka hirup itu juga dihirup oleh banyak orang di bumi ini.

Jika saja para perokok mau menggunakan hati nuraninya. Mereka tidak perlu memikirkan banyak orang di dunia ini, mereka juga pasti sudah tidak lagi memikirkan kesehatan diri mereka sendiri, tapi paling tidak, pikirkanlah orang-orang yang mereka sayangi, keluarga mereka. Walaupun keluarga mereka mungkin tidak sering terpapar asap rokok tapi ketika mereka meninggal karena rokok, apakah keluarga mereka sudah siap menghadapinya?

Perubahan perilaku diawali dengan kesadaran dan keinginan. Kita hanya bisa mengingatkan mereka dengan sabar karena kesadaran dan keinginan harus benar-benar timbul dari diri mereka sendiri. Oleh karena itu, mulai saat ini, jika ayah, kakak, suami, adik, paman atau siapapun sedang merokok, ingatkanlah mereka. Karena jika kau tidak bisa mengubah seseorang dengan perbuatan, maka lakukanlah dengan perkataan.

Stop smoking for a better future!



Sabtu, 19 November 2011

Happy birthday mom!!

My mom is everything to me. She could be anything in my life. She is my lovely mother and also my doctor, my favourite chef, my teacher, my bestfriend and of course she is my angel.

My mom is a loveable person. She loves to tickle me with her sudden hug in my bed when I was sleeping. She always kisses my cheek before I left the house. And I know that she always prays for me in her night prayer.

My mom is a doctor for me. Actually she is not a 'doctor' who had passed the medicine school. But she knows lots about medicine from her friend. She always tells me to bring my medic bag everywhere I go, even before I know about the medicine. And She always cures me with her love and attention.

My mom works at the office from 7 to 5. But, she always there when I need her. I had a trouble with eating when I was a child, I just didn't like it. But, my mom could find a way to solve the trouble with her delicious and innovative food. Because of her job, she can't cook everyday. So, when she cooked for us, I would be so happy and I just like to eat her food until I get full. That's why she's always become my favourite chef.

She always teaches me everywhere. In a dining room, in my bedroom, in my car or even in the kitchen, my mom always tells me about anything. From the philosophical thing to a simple thing. She teaches me about Islam, how to get a good life, how to be a woman, how to be a daughter and many other things. She tells me that if you get something new, it means you need to give something too to the other. It's the get and give lesson. And of course, she teaches me to be good wife then.

She is also my bestfriend. She knows everything before I tell her. When I have a problem, she calms me down. We loves to chat about anything, about my friend and my school, my girl friend and of course about my boy friend.

Mom, you always become my angel who gave me those uncountable love and affection. I can't pay you with anything in this world. I just want to be a good daughter for you with this love and this life. Today is your 53rd birthday, I don't have anything as a gift, actually, I haven't buy it yet. But, happy birthday mom!!! May Allah always be with you.. Aamiin..
I love you, Mom, Ida Mawaddiati...

Sabtu, 29 Oktober 2011

Aku, Transjakarta dan Depok

Tulisan ini kubuat di tahun 2009 dengan sedikit pengeditan...

Depok adalah sebuah kota yang terletak di propinsi Jawa Barat. Kota yang cukup jauh dari rumahku, Tangerang, Banten. Jadi, kalau aku mau ke Depok berarti aku akan menyebrangi propinsi Jakarta terlebih dahulu. Setelah kurang lebih 2 tahun berkuliah di FKG UI Salemba, aku sudah mengetahui banyak cara untuk pergi ke depok.

Berangkat dari kampus :
1.Ikut mobil teman, paling mudah dan murah, hehe..
2.Naik kereta dari cikini atau manggarai, bisa AC ekonomi, ekonomi atau ekspress, tergantung uang, waktu dan luck.

Berangkat dari rumah :
1. Diantar supir, paling nyaman ( maklum belum lancar membawa mobil sendiri ), kira-kira 1,5 jam, lewat jalan tol.
2. Naik Bus Deborah , bus kota jurusan depok kalideres ( cara yang diajarkan kakak ). Rutenya adalah Rumah - kalideres naik angkot - Depok. Tapi karena bus ini jalannya sangat lama kalo belum penuh, jadi memakan waktu kurang lebih 3 jam.
3. Naik Transjakarta busway ( cara terbaru yang aku cari sendiri ). Rutenya Rumah - Kalideres naik angkot - lebak bulus naik busway - depok naik deborah kecil jurusan lebak bulus-depok. Kalau yang ini, kira-kira waktunya 2,5 jam.

Pulang dari depok :
1. Naik Bus Deborah dari margonda sampe kalideres, dilanjutkan dengan angkot kira-kira 3 jam.
2. Naik damri dari ps. minggu yang dilanjutkan dengan naik ojek, kira-kira 1,5-2 jam.

Akhirnya, demi kenyamanan dan efisiensi waktu, aku paling sering berangkat naik transjakarta busway dan pulang naik damri.

Tibalah waktunya , aku harus pergi ke Depok untuk menghadiri sebuah acara. Pagi-pagi, angkot yang aku naiki ke kalideres terhambat karena ada pengecoran jalan, ya, perjalanan yang harusnya 25 menit menjadi 45 menit. Wah, kemungkinan telat nih. Lanjutlah aku menaiki Transjakarta busway dari Halte Kalideres. Saat menunggu, tiba-tiba datanglah busway dengan jurusan pulogadung - kalideres ( jurusan ini termasuk jarang sekali ) dengan kondisi yang kosong dan aku dapat tempat duduk. Beruntung sekali, padahal aku cuma naik sampai halte indosiar. Rencananya, aku akan transit di halte indosiar lalu ganti busway ke lebak bulus..

KALIDERES - INDOSIAR - LEBAK BULUS

Tibalah aku di halte indosiar. Setelah aku turun dari busway, aku berniat mengantri untuk jurusan ke lebak bulus, namun ternyata ada sebuah kertas yang ditempel di depan pintu kaca bertuliskan 'JURUSAN LEBAK BULUS, TRANSIT DI GROGOL 2,TRIMS '

Ha???

Jadi, aku salah turun dan harus naik lagi busway yang lewat grogol 2. Kira-kira seperti inilah gambaran lokasi halte grogol 1 dan grogol 2. :
1. Grogol 1 letaknya di jalanan menuju roxy, di samping kampus Trisakti , dilewati oleh busway tujuan harmoni dan tujuan pulogadung yang bertuliskan "via roxy". Dari Jelambar, tinggal lurus.
2. Sedangkan Grogol 2, letaknya di jalanan menuju Taman Anggrek, di depan Mal Ciputra, hanya dilewati oleh busway tujuan pulogadung saja. Dari Jelambar, belok kanan.

Akhirnya, aku menunggu busway yang akan melewati grogol 2. Sudah 20 menit menunggu, Busway itu tidak kunjung datang, yang ada hanya busway yang ke arah harmoni dan yang lewat grogol 1 saja. Akhirnya, datanglah busway yang seharusnya melewati grogol2, kenapa seharusnya? karena tiba-tiba saat aku masuk bis dan bertanya

Aku : ' mas, ini lewat grorol 2 kan?'
Petugas busway itu menjawab : ' waduh mba, kalau sabtu minggu memang tidak ada yang lewat grorol2, jadi semuanya lewat grogol1, kalo mba mau ke lebak bulus, turun aja di grogol 1 trus jalan ke halte grogol2 lewat jembatan penyebrangan '

Ya Allahu robbii...

Jadi, selama 20 menit, aku menunggu bis yang tidak ada, sedih, akhirnya aku pun turun di grorol1 dan berjalan menuju grogol2 melewati jembatan. Sesampainya di grogol2, penantian masih berlanjut, karena busway jurusan lebak bulus ini pun termasuk masih sedikit jumlahnya. Kira-kira 15 menit menunggu, akhirnya bis datang juga. Penuh! jadi terpaksa berdiri.

1. KALIDERES - 2. GROGOL2 - 3. LEBAK BULUS
Perjalanan cukup jauh, karena dari grogol ke lebak bulus akan melewati Jalan Panjang dan Arteri Pondok Indah. Setelah sekian lama berdiri, akhirnya aku mendapat tempat duduk ketika bis berada di daerah pondok indah, ya, lumayan. Akhirnya tiba di halte pondok indah , tempat aku turun dan melanjutkan dengan bus kecil deborah jurusan lebakbulus – depok.

Tapi, lagi-lagi, begitu aku akan turun dari bis, aku melihat ke jalanan lebak bulus , bus deborah yang akan aku naiki baru saja jalan. Ini berarti, aku telat beberapa menit. Ya, bus deborah ini memang sedikit, jadi hanya datang setiap 15 menit sekali. Selain itu, kondisinya juga terkadang penuh sesak, sampai-sampai, aku pernah berada di dalamn bus deborah itu dengan hanya 1 kaki di atas tanah dan tidak berpegangan kepada apapun sambil berdiri dihimpit 6 orang di deket pintu yang berhasil membuatku sesak napas. Pengalaman.

Akhirnya, aku harus menunggu lagi 15 menit, hingga deborah yang selanjutnya datang. Alhamdulillah, tidak ramai dan aku masih mendapat tempat duduk. Perjalanan dilanjutkan sampai Detos karena aku akan masuk UI melewati gang senggol. Dan setelah kulihat jam..

Waw, rekor! Aku ke depok dengan angkutan umum selama 3 jam 45 menit !!

Perjalanan yang mengajarkan kesabaran, dan hikmah lainnya. Semoga tidak sia-sia, Aamin.
Ya Allah, setiap langkahku keluar rumah, tidak lain hanya untuk menggapai ridhoMu. Berikan aku kesabaran dan keikhlasan dalan menjalani semuanya, Aamiin...

Senin, 24 Oktober 2011

My Dad, My Inspiration

Since I was a child, my dad has been my role model for everything. He taught me many good things, from the simple one to the principal one.

My Dad is a discipline person. He always puts something in the right place. He always obeys the rules around us. He also a well organized person, and I think I truly inspired by him about this one. He arranged everything well , that's why, he doesn't like to wasting his time for waiting or doing something useless. He won't let us ( his daughters ) use inappropriate clothes or shoes to the public area, such as, using "sandal jepit" when we're going to the mall or the airport, even it was the expensive one. We never allowed to use a t-shirt when we're going to our campus, because he thought it wasn't appropriate. When we're in our dormitory (highschool), the school had prohibited us to bring any cellphones, but many of the students disobeyed the rules. In our last year at the school, almost every students had the cellphones at the dorm, except me and my sister because my dad won't let that happened. We also have some rules at the house, such as : at least we have to be at home at 18.00 everyday , if we're going to be home late, we should ask his permission first, even it's for the academic things. Some people maybe think that we're to much for this discipline thing, but alhamdulilah, I always think that this is for our own good. Thank you, Dad.

My Dad knows everything. He studied civil engineering at Gadjah Mada University for his bachelor, but for me, he knows more than the engineering thing. Since I was a child until now, I'd love to ask him about anything because he could answer every questions I'd asked him. He knows about politics, technology , foreign country things and the other. He loves to read, that's why he knows many things. For me, he always become my answer for anything.

My Dad can do many things. The most unforgettable memory is when he made us a barbie wooden house when we're still a children. He made it by himself. He also made some of our kitchen cabinet. His hobby is gardening and fishing. So we have a small garden in front of our house and a full-of-fish pool at the front of my house. He takes care of those garden and pool things by himself. Of course, he can do the electro things too. Sometimes, I asked myself, did every man do those things??

My Dad is an honest person. He works at the government where the corruption and the 'bad things' had become an usual thing. Alhamdulillah, my Dad is always on the right path. He always says NO to that bad things. He said, " if you want to live in peace, keep yourself on the right path". He also taught me that if you do something good to others, then Allah will give you a gift. When you give something, then you'll get something better. Ahamdulillah, even my Dad is only a government employyee, we have a good life because Allah always gives us a gift from many ways. The most important is not about how good your house is? Or how expensive your stuff is? Or how many eurotrips you have been? But it's about the peace of life and the happiness.

I can't explain other things about him in this post, but for sure, I adore him so much! He had become a really good father for me and my sister. I wish , I could be as lucky as my mother to have my Dad as her husband. Aamiin...
I love you so much, my lovely Dad, Djoko Murjatmodjo.

*post about my mom will be coming soon

Kamis, 06 Oktober 2011

I love you, grandma...

Eunin, itu panggilan sayang kami kepadanya. Eunin adalah sosok yang sangat penyayang dan kini menjadi sosok yang sangat kami rindukan. Beliau sangat senang menceritakan kebanggaannya atas kami, anak cucunya. Setiap bertemu dengan orang lain, eunin selalu bercerita bahwa cucunya ada yang dokter gigi, ada yang sedang kuliah di itb, dan lainnya. Panggilan geulis yang artinya cantik dalam bahasa sunda juga masih selalu diberikan eunin kepada anak cucu perempuannya. Eunin juga selalu mendoakan kami lewat setiap perkataannya agar kami semua menjadi anak yang soleh dan solehah. Kebahagiaan selalu terpancar dari wajahnya setiap bertemu dengan anak cucunya. Walaupun eunin sedang terbaring di rumah sakit.

Eunin sakit sejak kurang lebih 11 tahun yang lalu, yang akhirnya membuat mamaku menyegerakan beliau untuk segera pergi haji di tahun 2000. Sejak kepulangan dari haji, eunin lebih sering tinggal dirumahku. Hari-harinya dipenuhi dengan semangat. Beliau suka sekali menonton acara musik di TV, afgan adalah penyanyi favoritnya. Kalau ada lagu yang menurutnya bagus, maka beliau tidak ragu untuk melantunkannya. Setiap pagi, doanya selalu menyertai kami yang akan pergi kuliah dan eunin akan mengantarkan kami sampai pintu pagar.

Ingatan yang mulai mengalami gangguan (pikun) juga telah dialaminya sejak lama. Bahkan dulu, sepupuku yang masih kecil bertanya kepada ayahnya kenapa eunin selalu bertanya, sudah kelas berapa, kepadanya. Akhirnya kami pun terbiasa dengan hal ini. Sampai kemarin pun, eunin masih menanyakan padaku, apakah aku sudah menjadi dokter gigi. Ketika kujawab 'belum nin, masih 1 tahun lagi, baru sarjananya aja', maka eunin akan menjawab 'ah, buat eunin mah udah jadi dokter gigi kalo begitu'.

Di kesehariannya, eunin tidak terlihat seperti yang sedang sakit, kecuali saat beliau kelelahan dan penyakitnya membuatnya terbaring lemas di kasur. Ketika kondisi eunin mulai menurun, aku lah yang akan mengecek gula darah dan tensinya, aku juga yang mengecek obat eunin, jika sudah habis, maka aku yang akan membelinya. Alhamdulillah, statusku sebagai calon dokter gigi, selalu membuat eunin merasa bangga ketika aku sedang mengecek kondisinya. Hanya itulah yang dapat kulakukan untuknya.

Setelah kakakku menikah dan memberikan cicit untuknya, kebahagiaan eunin bertambah. Kakak iparku telah menjadi kesayangannya, sampai-sampai , eunin memberikan panggilan sayang 'acep hafidz' yang berasal dari kata kasep dalam bahasa sunda yang artinya tampan. Setiap hari, bahkan sampai hari terakhirnya, eunin selalu menanyakan kabar cicitnya dan itulah yang menjadi penyemangat eunin di akhir usianya.

Kini, eunin sudah dipanggil Yang Maha Kuasa. Kami menyayangi eunin, namun Allah lebih menyayanginya. Sesaat setelah kudengar berita kepergiannya, bermacam pikiran menghampiriku. Keinginanku untuk memberikan berita kelulusan dokter gigi kepadanya kini telah pupus, begitu pula keinginanku agar eunin hadir di pernikahanku nanti. Di usiaku sekarang, Eunin selalu menanyakan kepadaku, kapan aku akan menyusul kk ku? Siapakah calonnya? Namun, setiap eunin bertanya, aku hanya bisa tersenyum. Maafkan aku, nin, aku belum sempat mengenalkan eunin kepada cucu menantu eunin nantinya.

Wajah eunin saat pergi begitu cantik dan tenang dengan senyum ikhlas dari wajahnya. Aku yakin, eunin sudah bahagia bertemu kakekku, eunin juga sudah bahagia di akhir hidupnya. Selamat jalan eunin, kami sangat mencintaimu..

Eunin dan mamaku di lebaran tahun ini

Senin, 03 Oktober 2011

hello unperfect world

Ketika kau berlaku baik maka kau pun akan mendapatkan balasan yang baik.
Ketika kau merasa bahwa kau benar, maka janganlah takut untuk mempertahankan prinsipmu.
Katakan yang salah adalah salah, katakan yang benar adalah benar.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan kalimat-kalimat idealis di atas. Hanya saja, dunia ini memang tidak sempurna. Itulah kata-kata yang diucapkan senior di kampusku yang membuatku merenungkan segalanya.

Untuk beberapa alasan, terkadang kau harus memilih untuk diam sesaat dibandingkan mengatakan prinsipmu dengan lantang. Bukan pengecut, hanya saja, kau harus lebih pintar mengatakannya. Jangan sampai, prinsipmu yang benar itu membuatmu terjatuh dan tidak bisa lagi memperjuangkannya. Berpikir sebelum bertindak benar-benar harus diterapkan. Insya Allah, akan ada waktu dan cara yang tepat bagimu untuk mengatakan prinsipmu dengan lantang. Layaknya strategi perang, mundur untuk mengatur strategi demi kemenangan esok hari.

Untuk beberapa kondisi, perlakuan baikmu mungkin tidak berbalik baik kepadamu. Ketulusan dan keikhlasanmu dalam bekerja mungkin tidak berbuah manis. Tapi, itulah ikhlas. SSeberapa besar kebaikan yang kau berikan, tak akan kau bandingkan dengan seberapa besar keburukan yang kau dapatkan.

Dunia ini tidak hanya dihuni oleh orang-orang dengan pemikiran dan sikap yang sama. Ada yang memiliki kekuasaan, ada yang mengemis kekuasaan dan ada juga yang menyalahgunakan kekuasaan. Satu sama lain saling berhubungan dan ketika kau sudah berada di dalamnya, maka bukalah mata dan hatimu, perhatikan sekitarmu, dan pahamilah bahwa dunia memang tidak sempurna.

Kebaikan dibalas kebaikan hanya berlaku dalam hukum Sang Maha Kuasa. Maka, teruslah berharap kepadaNya, teruslah mendekatkan diri kepadaNya, agar kita siap mengahadapi setiap ketidaksempurnaan yang ada di dunia ini.

*dedicated to my Excellentgroup