Rabu, 23 Juni 2010

Apakah saya seorang pemimpin??

“Kullukum roin’ wa kullukum mas ‘ulun ‘an roiyatihi “
Setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya

Begitulah potongan hadits mengenai kepemimpinan. Berdasarkan hadits tersebut, jika ada pertanyaan “apakah saya seorang pemimpin?” maka jawabannya pasti iya. Namun, apakah saya seorang pemimpin yang baik? Itulah yang akan saya bahas dalam tulisan ini.

Pemimpin adalah seseorang yang memiliki KOMPETENSI memimpin dan memiliki KEMAUAN untuk memimpin. Hal yang paling kecil dalam konteks memimipin adalah memimpin diri sendiri. Seorang pemimpin yang baik adalah seseorang yang mau dan mampu memimpin dirinya dengan baik. Dia tidak akan menyerahkan hidupnya begitu saja kepada orang lain dan membiarkan orang lain mengatur kehidupannya. Hanya Allah dan dirinya sajalah yang berhak untuk menentukan jalan hidupnya.Nilai yang paling saya ingat dari ILDP adalah "Jangan biarkan kesuksesanmu ditentukan oleh orang lain, karena semua hasil yang kita dapatkan bukan karena apapun kecuali usaha maksimal yang kita lakukan".

Pemimpin yang baik bukan hanya seseorang yang mampu memimpin dirinya dengan baik, namun dia juga mampu untuk memimpin orang-orang terdekat di sekitarnya. Oleh karena itu, dia harus memiliki kompetensi yang cukup baik dalam hal pergaulan. Seorang pemimpin yang baik harus dapat bergaul dengan siapapun, tidak mengenal usia, jenis kelamin, agama , ras, tingkat ekonomi dan yang lainnya. Dia juga dapat menjadi contoh dan teladan bagi lingkungan sekitarnya. Keputusan yang dia ambil tidak pernah merugikan satu pihakpun dan tentunya dia selalu dapat berkomunikasi dengan baik kepada orang-orang yang dipimpinnya. Bagi saya, sangat sulit untuk menjadi pemimpin seperti yang telah saya gambarkan sebelumnya, namun karena saya adalah seorang pemimpin, maka saya mau untuk menjadi pemimpin yang baik seperti itu dan saya harus berusaha untuk mencapainya dengan segala pengalaman yang telah saya dapatkan selama 21 tahun.

Alhamdulillah, saya telah diberikan banyak kesempatan olehNya untuk menjadi pemimpin kecil di lingkungan terdekat saya. Namun, banyaknya pengalaman yang telah saya dapatkan selama ini ternyata belum membuat saya menjadi pemimpin yang baik. Karena setiap jenjangnya, saya akan mendapatkan hal baru dengan masalah baru yang menuntut solusi baru juga. Sedangkan, saya masih belum dapat mengadaptasikan diri saya dengan baik sehingga sampai saat ini saya masih belum bisa menjadi pemimpin yang baik.Terlebih dengan perbedaan karakter yang ada dan juga konsep keteladanan yang terbaik.

Seorang pemimpin yang baik adalah seseorang yang dapat memberikan kontribusi pada orang lain, dari lingkaran terkecil ( keluarga ) hingga lingkaran terbesar yang dapat dicapainya. Pemimpin tanpa kontribusi adalah NOTIHNG.

Pemimpin harus dapat memberikan segalanya yang dia punya untuk kepentingan yang dipimpinnya tanpa ada rasa pamrih karena ketulusan hati untuk memberikan kontribusinya. Setiap yang dia berikan untuk sekitarnya dilandasi dengan sabar dan ikhlas. Dia tidak pernah berhenti untuk terus memberi, karena pemimpin adalah pelayan untuk yang dipimpinnya. Mengenai kontribusi, saya tidak dapat berkata banyak, karena mungkin kontribusi yang telah saya berikan untuk sekitar saya sangat jauh dari jumlah kata yang saya tuliskan di tulisan ini.

Perjalanan saya untuk menemukan jawaban atas pertanyaan di awal mengantarkan saya pada sebuah amanah baru sebagai Mapres 2 FKG UI. dan amanah inilah yang akhirnya menjadikan saya seorang peserta ILDP.

Hari-hari menjalani proses pelatihan di ILDP telah memberikan banyak pelajaran baru untuk hidup saya. Mempelajari kembali apakah arti seorang pemimpin, bagaimana menjadi pemimpin yang baik dan apakah yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin yang baik. Saya pun dikenalkan dengan banyak karakter di pelatihan ini, mahasiswa-mahasiswa luar biasa dari setiap fakultas yang ada di Universitas Indonesia. Terkadang, saya suka merasa tidak setara dengan kemampuan mereka, namun saya kembali disadarkan bahwa bukan saatnya bagi saya untuk merasa seperti itu, namun ini adalah saat bagi saya untuk menimba banyak ilmu dari mereka dan bersama dengan mereka mempelajari kepemimpinan yang lebih baik. Di ILDP, saya juga dipaparkan mengenai kondisi bangsa Indonesia yang sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin baru yang akan membawa banyak perubahan ke arah yang lebih baik. Kondisi dari segala aspek di Indonesia membuat saya kembali tersadar, bahwa saya belum memberikan apapun untuk negeri ini. Saya belum memberikan kontribusi yang berarti untuk negeri ini. Oleh karena itu, sebagai seorang pemimpin, saya sudah harus memetakan hidup saya untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia dan bagi dunia ini. Apapun kontribusi yang saya berikan, jika itu adalah hasil dari jerih payah saya dan saya lakukan dengan sepenuh hati, maka saya yakin, kontribusi kecil itu akan menjadi awal dari kontribusi lainnya yang dapat saya lakukan maupun teman-teman saya lakukan.

Kembali ke pertanyaan awal, apakah saya seorang pemimpin? Jawabannya adalah iya, saya seorang pemimpin. Apakah saya seorang pemimpin yang baik? Maka jawabannya adalah belum tapi saya sedang berusaha untuk menjadi pemimpin yang baik karena saya harus menjadi pemimpin yang baik dan saya mau untuk mencapainya. Semoga Allah meridhai, amin...

Selasa, 08 Juni 2010

pedulikah kita akan sakitnya bumi ini?



Isu mengenai pemanasan global sudah tersiarkan semenjak awal tahun 2000, namun sampai saat ini, isu ini hanya menjadi isu yang menarik di beberapa kalangan orang pada saat-saat tertentu saja. Padahal pemanasan global ini sudah kita rasakan dengan jelas. Kondisi iklim negara tropis yang semakin tak menentu , waktu musim penghujan dan musim kemarau pun menjadi kacau. Begitu pula dengan negara-negara subtropis yang mengalami kekacauan dalam pergantian 4 musimnya. Lalu mengapa tak ada tindakan lanjut dari kita sebagai penghuni utama bumi yang sedang sakit ini?

Banyak orang yang mengeluhkan panasnya cuaca dan teriknya matahari tanpa dapat berbuat apa-apa untuk menanggulangi masalah tersebut. Kondisi yang memperburuk sakitnya bumi ini pun tidak dikurangi oleh masyarakat : menggunakan banyak AC, menggunakan banyak mobil, menggunakan banyak kertas dan mengurangi jumlah tanaman di bumi ini. Bagaimana kita dapat mewariskan bumi yang indah dan sejahtera untuk anak cucu kita kelak??

Mulailah dari diri kita sendiri dan sekarang juga!!
Terkadang, masyarakat akan tergerak untuk hemat listrik, hemat kertas, dll ketika selesai mengikuti kampanye mengenai "green" ini dan "green" itu. Setelah itu, mereka akan lupa mengenai masalah bumi ini dan tanpa rasa bersalah, mereka akan memperparah kondisi bumi ini. Seharusnya kita menaruh perhatian besar untuk isu ini, kenapa?
1. karena ini adalah bumi tempat kita berpijak. jika bumi ini hancur maka kita tidak bisa pindah ke planet lain dan akhirnya ikut hancur bersama bumi disini
2. negara kita, Indonesia, adalah negara kepulauan, sehingga besar kemungkinannya, jika beberapa puluh tahun ke depan, aliran air laut akan terus meningkat dan menenggelamkan pulau-pulau yang ada

Apa saja yang dapat kita lakukan??
1. selalu ingat untuk hemat kertas.. gunakan kertas bekas untuk keperluan lain ( misal coret2an), gunakan kertas dengan bolak balik, tak ada alasan untuk tidak membuatnya menjadi bolak balik kecuali berurusan dengan birokrasi dll.
2. jangan tinggalkan charger handphone masih dalam keadaaan tertancap di stop kontak setelah selesai pemakaian
3. kurangi penggunaan styrofoam, plastik
4. gunakan AC, listrik secukupnya...

hal-hal kecil ini sering sekali dianggap remeh oleh kita,
"cuma 1 lembar koq yang g bolak balik.."
"males nyabut chargernya lah,, nanti juga dipake lagi", dll..
tapi dari perubahan kecil inilah, perubahan besar akan lahir kemudian..

Sebagai pemuda bangsa Indonesia, kita harus menjadi pelopor dalam menyelamatkan bumi kita tercinta, bukan hanya omong belaka, bukan hanya ikut trend tapi tindakan nyata dari kita..
Semangat!!

Love our earth,,,,,

Sabtu, 15 Mei 2010

Kepercayaan



Sejak kecil, kita dikenalkan dengan sebuah kata ajaib yang karenanya kita rela membiarkan orang lain mengurus segala sesuatu tentang kita..

PERCAYA

Karena ada percaya, kita pun menjadi ringan dalam mendelegasikan tugas pada rekan kerja tanpa ada keraguan
Karena ada percaya, kita pun menjadi tenang saat membiarkan orang tersayang pergi jauh dari kita tanpa ada kekhawatiran ini itu
Karena ada percaya, kita dapat dengan santainya membiarkan orang lain membelikan kita makanan, baju atau keperluan lain tanpa ada ketakutan akan dicelakai
Karena ada percaya, kita menjadi sangat yakin bahwa kata maaf dari seorang teman akan berujung pada penyesalan dan perubahan
Karena ada percaya, kita dengan leluasanya dapat menceritakan segala sesuatu yang rahasia pada seseorang yang bukan keluarga kandung kita tanpa ada ketakutan terbongkarnya rahasia tersebut..

Namun, tahukah kau?
Rasa percaya tak akan tumbuh dengan mudah begitu saja
Dia butuh waktu dan pengenalan yang dalam
Dia butuh keberanian untuk mengambil resiko dikhianati
Dia butuh komunikasi yang terus terjaga
Dia butuh bukti akan ketepatan janji
karena, tak ada yang dapat menduga,, bahwa seseorang yang telah kau percaya selama ini, ternyata telah berubah
dan kau tidak mengetahuinya
karena kau tak menjaga komunikasi dengannya
dan akhirnya kau tidak tahu apapun tentangnya...

Yah, percaya bukanlah hal sepele..
karena lihatlah sekelilingmu saat ini..
krisis kepercayaan telah menyebar dimana-mana

Jaga kepercayaan yang telah kau bangun selama ini..
Baik kepercayaan atas dirimu maupun atas orang sekitarmu..

Sabtu, 08 Mei 2010

Alangkah bagusnya film ini


"Alangkah Lucunya ( Negeri ini )"

Sebuah film yang memberikan banyak sekali makna dan arti tersirat. Walaupun film ini paling kental dengan unsur komedinya, namun di akhir film, hampir semua penonton berhasil dibuatnya menangis...

Film ini mengusung tema besar pendidikan. Betapa pentingnya pendidikan bagi seluruh masyarakat. Banyak sekali kata-kata yang langsung menusuk hati kita sebagai insan pendidikan. Seperti sebuah dialog ini :

Samsul : " Aku kira pendidikan itu penting, namun setelah masuk kuliah, aku merasa bahwa pendidikan itu tidak penting " Muluk :" Itulah pentingnya pendidikan. pendidikan membuat kau menjadi tau bahwa pendidikan itu tidak penting. Jadi, pendidikan itu penting kan?"

Lucu sekali pernyataan itu, namun jika kita pahami lebih dalam, akan miris sekali rasanya melihat wajah pendidikan kita di Indonesia. Bahkan, anak-anak pencopet yang tidak pernah mengenyam pendidikan sekalipun, memiliki sebuah motivasi untuk mendapatkan pendidikan. Apakah motivasinya??
Mereka ingin mendapatkan pendidikan, agar mereka dapat menjadi KORUPTOR, karena yang ada di otak mereka, mencopet adalah suatu pekerjaan yang mudah dibandingkan berdagang atau kerja halal lainnya. Dan, jika mereka tidak berpendidikan, maka mereka tidak akan bisa menjadi KORUPTOR. Mungkin terlihat lucu, namun sekali lagi, kita kita pahami lebih dalam, akan miris sekali melihat fenomena tersebut. Menjadi seorang KORUPTOR sudah masuk ke dalam kategori "cita-citaku". MIRIS SEKALI kawan!!

Masih banyak sekali hal yang dapat menampar kita berkali-kali dan menyadarkan kita betapa lucunya negeri ini. Ya, lucu sekali, dan kelucuan itu mungkin akan membuatmu tertawa sesaat dan setelah kau pikirkan lebih dalam lagi, kau akan merasa prihatin dan miris atas segala yang ada...

Tidak hanya pendidikan yang sering diungkap dalam film ini, ada permasalahan koruptor, bahkan sampai permasalahan MUI sebagai lembaga yang menentukan halal dan haramnya sesuatu. Saat seorang anak dengan lantang mengucapkan naskah proklamasi, seketika itu juga, kita semua disadarkan kembali akan sebuah arti kemerdekaan bagi bangsa ini. Apakah kita memang benar-benar sudah merdeka? Dengan semua kondisi yang dengan jelas diapaparkan dalam film ini, kata merdeka terus diringi dengan tanda tanya.

Alangkah lucunya ( negeri ini )...
Sebuah film yang sangat bagus, dengan alur cerita yang sederhana, menggambarkan kehidupan jakarta seadanya dan menampilkan semua permasalahan masyarakat dengan gamblang. Sebuah film yang sangat menginspirasi kaum akademis, untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan. Sebuah film yang menampar kaum mahasiswa agar segera melakukan perubahan demi bangsa Indonesia tercinta. Sebuah film yang seharusnya ditonton oleh para pembuat kebijakan negara dan tentunya oleh para KORUPTOR, walaupun mungkin mereka sudah tidak punya hati untuk merasakan begitu banyak teguran di film ini..

NICE MOVIE!! HIGHLY RECOMMENDED!

*terima kasih untuk tim acara dan seluruh peserta Indonesia Leadership Development Program ( ILDP ) UI 2010. Semoga kita bisa melakukan perubahan untuk bangsa ini. Amin.. ^_^

Jumat, 30 April 2010

pendidikan informal yang terlupakan

Perbincangan mengenai kualitas pendidikan terus bergulir seiring dengan terus bergantinya kebijakan pemerintah mengenai hal tersebut. Para pengamat pendidikan berlomba untuk mengeluarkan analisisnya mengenai kualitas pendidikan yang akan dihasilkan oleh perubahan pada kurikulum, standar kelulusan dan jumlah pelajaran yang akan diujikan dalam UN. Perdebatan pun terus terjadi demi mencapai sebuah sistem pendidikan yang ideal. Namun, hanya pendidikan formal yang menjadi sorotan semua pihak.

Dalam pembentukan generasi penerus bangsa yang berkualitas, seharusnya masyarakat tidak hanya terfokus pada satu aspek pendidikan, yaitu pendidikan formal yang didapatkan di bangku sekolah. Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan formal memiliki andil yang lebih besar dalam penentuan kualitas penerus bangsa namun pendidikan informal yang didapatkan dari keluarga dan lingkungan sekitar juga mengambil peranan penting dalam kualitas generasi penerus bangsa.

Pendidikan informal mengajarkan seorang anak untuk memiliki moral dan budi pekerti yang baik dengan pembelajaran yang lebih mudah dipahami dibandingkan dengan pelajaran moral di sekolahnya karena pengajaran moral tersebut diberikan oleh keluarga dan lingkungan terdekat di sekitarnya. Namun pada kenyataannya, pendidikan informal ini telah dilupakan oleh sebagian besar masyarakat dan mereka telah menyerahkan seluruh masalah pendidikan kepada pihak pemerintah dan sekolah.

Teknologi yang semakin canggih memberikan banyak sekali dampak pada kehidupan sosial seorang anak. Fasilitas internet, permainan elektronik dan telepon genggam yang memiliki banyak fitur menarik telah mengambil perhatian banyak anak bangsa dan membuat mereka melupakan interaksi sosial yang seharusnya mereka lakukan demi mendapatkan pendidikan informal. Keluarga dan lingkungan sekitar juga telah melupakan peranannya untuk dapat memberikan pendidikan informal kepada seorang anak karena disibukkan oleh kepentingan bisnis dan profesi. Bahkan, perhatian yang diberikan oleh keluarga hanya terlihat ketika pengambilan nilai akhir yaitu hadiah untuk sang juara, dan protes kepada institusi pendidikan untuk kasus ketidaklulusan. Pada akhirnya, seorang anak yang hanya mendapatkan kualitas pendidikan formal yang baik tanpa diiringi oleh kualitas pendidikan informal yang memadai hanya akan menambah jumlah kasus korupsi di bangsa ini dan bukan membawa perubahan yang baik untuk bangsa Indonesia.

Pendidikan bukanlah tanggung jawab pemerintah dan institusi pendidikan semata melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat. Persepsi inilah yang harus ditanamkan sejak awal, sehingga kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kualitas pendidikan formal namun juga kualitas pendidikan informal. Pendidikan dapat menjadi investasi untuk bangsa Indonesia jika pemerintah dan masyarakat dapat bergerak bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan tersebut.

Kamis, 15 April 2010

Pekerjaan mulia

Seorang kawan menyampaikan padaku bahwa pekerjaan yang paling mulia adalah guru. Yap. aku sepakat dengannya....

Guru adalah seseorang yang mengajarkan orang lain mengenai sesuatu yang diketahuinya, yaitu ilmu. Dan ilmu yang diajarkan tidak hanya sebatas ilmu yang ada di lembaran kurikulum kementrian pendidikan, namun juga ilmu untuk dapat menjalankan hidup di bumiNya.

Bagiku, guru adalah pahlawan yang benar-benar berperan banyak dalam kehidupanku. Airmata selalu jatuh dalam dihatiku ketika aku harus menyanyikan lagu "pahlawan tanpa tanda jasa", karena memang begitulah adanya. Perpisahan dengan para pahlawan itu pun selalu membuatku tak bisa menyembunyikan rasa sedih yang mendalam, karena harus berpisah dari seseorang yang memberiku begitu banyak asupan ilmu tanpa ada sedikitpun rasa pamrih.

Selama kurang lebih 15 tahun aku belajar dalam institusi formal, dari SD sampai bangku kuliah, begitu banyak karakteristik yang kutemukan dari seorang guru. Mulai dari guru yang sangat galak, baik bahkan yang sangat lucu. Semua karakter itu membuatku memahami bahwa menyampaikan ilmu tidak harus dalam satu cara dan itulah yang membuatku semakin kagum akan mereka.

Menjadi guru bukanlah hal yang mudah, terlebih ketika menghadapi murid yang nakal, sulit diatur bahkan murid yang sudah merasa bisa dan menjadi malas untuk belajar lagi. Tapi, guru-guru yang selama ini kutemui selalu saja sabar dan berhasil membuat teman-temanku mampu melalui semua ujian itu. Mereka bertahan untuk menjadi guru selama bertahun-tahun, mengajarkan hal yang sama kepada murid-muridnya setiap saat, berdebar ketika waktu ujian nasional tiba dan berbahagia ketika muridnya mampu mencapai impiannya.. lalu, mereka hanya akan merindukan muridnya untuk kembali padanya dan mengabarkan kondisi mereka saat itu...
Tidak lebih dari itu... mereka hanya menunggu kabar bahagia dari murid-muridnya,,,

Mulianya guru...

Pak, Bu, Alhamdulillah, sekarang saya sudah duduk di bangku kuliah tingkat 3 FKG UI, insya Allah, saya akan segera membayar semua jerih payah Bapak dan Ibu dengan mengabdikan ilmu saya untuk masyarakat.. Terima kasih atas segala perhatian, dukungan, kesabaran dan teguran Bapak dan Ibu yang telah membuat saya mampu berdiri tegak hingga saat ini menghadapi semuanya...
Terima kasih pak, bu... :)


*dedicated to all of the teachers at SD Islamic Village, SMP Pramita and MAN Insan Cendekia...
Thank you so much!!

Selasa, 06 April 2010

Mentari Senja

Pernahkah kau melihat mentari senja?
Pernahkah kau amati perubahan warna langit dari biru muda hingga jingga kemerahan?
Jika pernah, pasti kau sependapat denganku, bahwa mentari senja adalah sebuah keindahan karya Sang Pencipta untuk menutup hari yang penuh kesibukan..



Perjalananku menuju istana tercinta sering sekali membuatku melihat keindahan karyaNya
Berada di dalam bis dan duduk di samping jendela, membuat pandangan terhadapnya tak terhalang oleh suatu apapun..
Jingga itu membuatku kembali tertegun akan keindahanNya
Lingkaran mentarinya membuatku kembali terpana akan kuasaNya

Perlahan, aku terbawa akan semua kejadian yang telah kualami di hari itu
perenungan pun dimulai , introspeksi diri ikut hadir di sana
Senja yang jingga itu membuatku mulai menguraikan harapan akan masa depan
Membuatku menyusun langkah-langkah dalam hidup
Dan,
Mentari senja itu berhasil mengajakku untuk terus menata hidup ini

Perjalanan ini memang penuh arti
Jarak yang kutempuh ternyata memberikanku waktu untuk dapat merenungkan segalanya
Ditemani oleh sang mentari di senja itu, aku semakin bersyukur akan segalanya yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta

Pernahkah kau melihat mentari senja?
Jika belum pernah, maka cobalah..
Tentu kau akan merasa sangat bersyukur akan keindahan yang diperlihatkan olehNya...

Mentari Senja
Sebuah cahaya jingga yang membuatku merenungkan segalanya...

Minggu, 28 Maret 2010

Dua Puluh Satu


Alhamdulillahirobbilalamin...
Sang Ar-Rahman telah mengijinkanku menapaki usia baru ini
usia yang menunjukkan padaku bahwa segalanya HARUS berubah..

Diawali dengan doa dari para terkasih atas kehidupanku nanti,
agar menjadi seorang muslimah yang semakin baik, agar dapat mencapai semua impian dan agar semakin dekat dengan Sang Al-Azis..
Dilanjutkan dengan rasa syukurku atas begitu banyaknya kasih sayang yang telah Dia berikan kepadaku melalui mereka..

21
Sebuah angka yang mengingatkanku bahwa sudah 21 tahun, aku menghabiskan jatah hidupku di dunia ...
Angka 1 yang kini mendampingi 2 itu, menuntutku untuk tidak membiarkan angka 0 kembali hadir dalam hasil akhir hidupku..
o itu telah berubah menjadi 1
maka hidupku pun harus memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan nol belaka

Semuanya harus berubah menjadi lebih baik,
Tak bisa lagi, aku meminta keringanan atas ini itu
Tak bisa lagi, aku berleha-leha dalam tanggungjawabku
Tak bisa lagi, aku kembali terjatuh di kesalahan yang sama
karena nol itu telah berubah menjadi satu

Ar-Rahman
Tuntun aku dalam segala kehendakMu
Kuatkanku dalam segala putusanMu
Berikanku kegigihan Bunda Aisyah dalam usia mudanya untuk membela agamaMu
Berikanku ridhoMu dalam setiap usahaku untuk menjadi seseorang yang lebih baik di hadapanMu
Berikanku kekuatan agar aku mampu menyandang usia 21 tahun ini tanpa sebuah kesia-siaan..
Amin...

Kamis, 18 Maret 2010

alone

Kosong, sepi, tiada ada hembusan nafas yang kudengar dari daun telingaku..
semuanya terdiam, membisu, dan seperti tak ada seorang pun disini
sendiri,,,
hatiku merasakannya
namun ternyata aku berada di tengah keramaian..
suara angin, kicauan burung bahkan hiruk pikuk mereka yang biasanya memekakkan telingaku, kini hanya seperti adegan drama pantomim, bergerak tanpa bersuara...

aku yakin, kau pernah merasakannya,,
perasaan yang timbul ketika kehadiranmu tidak diharapkan oleh sekelilingmu
atau ketika kau merasa tertinggal dibandingkan dengan yang lainnya
intinya, kau bukanlah orang yang dibutuhkan disana..

Sendiri?
mataku menolak pertanyaan hatiku
lihatlah, aku berada di tengah orang-orang disini
tapi mengapa hati ini tetap menanyakan hal itu
terus dan terus,, hingga akhirnya aku mengingat Dia..

Bisa saja, aku memang tidak diharapkan oleh orang sekitarku
Bisa saja, aku memang tidak dibutuhkan oleh mereka
Bisa saja, kehadiran mereka di sampingku hanya untuk menyenangkan hati mereka tanpa melihat apa maksud isi hatiku..
Bisa saja, keramaian yang dilihat mataku memang keramaian semu untuk hatiku..

Tapi,,,
Sudah pasti, aku bisa terus mengharapkan Dia agar selalu ada dihatiku
Sudah pasti, aku selalu merasa membutuhkan Dia dalam tiap nafasku
Sudah pasti, kehadiran mereka yang mencintaiku adalah karena cintaNya kepadaku
dan
Sudah pasti, kesepian yang ada dihatiku akan hilang jika kupenuhi hati ini dengan rindu kepadaNya...


Kutepis semua perasaan yang sempat membuatku termangu dalam beberapa saat
Biarlah mereka berbuat sesuka hatinya
Biarlah mereka tetap berada dalam ketidakpahaman akan perasaanku
Biarlah rasa tak percaya selalu menggantungi pikiran mereka terhadapku
Yang penting, aku masih diberikan karunia, berkah dan cinta dariNya sehingga aku masih bisa berpikir untuk meninggalkan perasaan yang tak menentu ini...

Syukurku tak akan berhenti atas segalanya yang telah Dia berikan...
Alhamdulillahirobbilalamin.....


*di tengah kesepian dunia manusia*

Minggu, 28 Februari 2010

Menikah

Picture : Sofa's wed

Baru kemarin, aku menyaksikan pernikahan kakakku dengan lelaki pilihannya...
Indah sekali serangkaian acara yang ada, semoga saja, pernikahan mereka berdua akan terus indah.. amin..

Awalnya, suasana persiapan pernikahan ini tidak terlalu terasa selain kelelahan,, Aku belum menyadari apa itu pernikahan? Aku belum memahami apa yang akan berubah setelah pernikahan ini?
Nyatanya, di hari ketika aku mendengar ijab qabul antara papa dan kakak iparku, barulah aku tersadar, bahwa kini kakakku telah menikah... Yah, dia telah menyempurnakan setengah agamanya,, Setengahnya! Kini, kakakku telah melaksanakan ibadah yang dicontohkan para nabi terdahulu dan juga Rasulullah...

Barulah aku mulai menguraikan di pikiranku, apa saja yang akan berubah dalam kehidupan kakakku,,, Kini dia tidak lagi hidup sendiri, kini dia tidak lagi bergantung pada mama papa, kini dia punya seorang imam untuk membimbing hidupnya... Kini kehidupannya telah lebih baik, karena dia telah mempurnamakan agamanya,

Ya Allah,,,
Begitu indahnya sebuah pernikahan, hingga Kau menjadikannya sebagai penyempurnaan setengah agama..
Begitu besarnya perubahan yang terjadi, ketika ijab qabul itu disahkan
Begitu besarnya kewajiban dan tanggung jawab yang harus diemban ketika lepas dari perlindungan orangtua
Begitu besar, Ya Allah...

Oleh karenanya,, ijinkan hamba untuk bisa mencapai hal itu Ya Rabb,,,
Ijinkan hamba untuk bisa mempersiapkan diri menuju sana
Ijinkan hamba untuk bisa menjalani semuanya kelak
Karena hamba ingin mempurnamakan agama ini
Hamba ingin mendapatkan ridhaMU dalam cinta kepadaMU
Ijinkan hamba Ya Allah...
AMIN...

Jumat, 12 Februari 2010

Madrasah

Madrasah...
Sekolah Agama..

Dulu, mendengar nama ini akan mengingatkan ku pada sekelompok orang berjilbab dan berkopiah yang menginap di sebuah pondok dan mempelajari ilmu agama setiap harinya..
Mungkin terlihat terkekang dari kehidupan luar, tidak menyenangkan, sibuk dan melelahkan..

Tapi, semua pandangan itu hancur setelah tiga tahun aku mengalami pendidikan di sebuah madrasah. Di tempat inilah, aku merasa mengalami banyak sekali perubahan, baik dari segi pemikiran maupun penampilan.. Tidak hentinya senyum dan banggaku terucap ketika aku harus menceritakan pengalamanku di madrasah ini.. Bahagia akan semua pengalaman, bersama seluruh teman-teman dan guruku disana..

Cintaku pada madrasah ini membuatku ingin membalas semua kebaikan yang telah diberikannya padaku dulu, yah,, aku ingin menjadi dokter gigi disana setelah aku lulus nanti, paling tidak, ada yang bisa kupersembahkan kepada almamaterku tercinta ini.

Sewaktu aku duduk di bangku kelas 2, seorang guru Aqidah mengajarkan semua muridnya untuk membuat peta hidup. Seluruh anak diberikan kertas berukuran A3 dengan kotak-kotak yang bertuliskan usia di ujung kanannya, dari usia 0-70 tahun. Kami diajarkan untuk mulai menata hidup kami, merencanakan segalanya hingga usia 70 tahun. Kotak-kotak itu pun boleh diisi dengan gambar2 yang menarik. Kami mulai bermimpi, dari menentukan waktu kapan akan lulus kuliah, menikah, punya anak, memiliki perusahaan, sampai menikahkan anak dan menimang cucu. Lucu sekali jika kami mengingatnya tapi sayang kertas A3 itu dikumpulkan dan kami belum sempat menyalinnya. Seingatku, ada sebuah mimpi yang aku tulis disana,, yah, aku ingin memiki sebuah sekolah agama yang bisa dinikmati oleh setiap anak di Indonesia,, bahkan untuk anak-anak yang tidak mampu..

"Aku ingin memiliki sebuah madrasah yang biaya pendidikannya gratis"

Aku yakin, Allah akan meridhai jika aku memang bersungguh-sungguh untuk mencapainya. Semoga saja, dengan pekerjaanku sebagai dokter gigi, aku dianugerahi rejeki yang cukup dari Allah sehingga aku bisa membaginya untuk saudara-saudara seimanku.. Amin..

Cerita ini tidak berakhir sampai disitu saja,,
Kemarin, aku baru saja berkunjung ke rumah adik kakekku di Bandung, disana beliau menceritakan mengenai sebuah yayasan yang ternyata dipelopori oleh almarhum kakek kandungku, beliau menceritakan dengan semangat berapi-api bahwa dulu, almarhum kakek ku memperjuangkan sebuah tanah untuk dijadikan madrasah. dan akhirnya, kini madrasah itu sudah berdiri dan sedang dilakukan renovasi, walaupun baru TK dan Madrasah Ibitidaiyah, aku senang sekali mendengarnya... Aki, ternyata, impianku sudah lebih dahulu diwujudkan olehnya..

Selesai mendengar cerita itu, aku langsung beranjak menuju lokasi madrasah tersebut yang kebetulan dekat sekali dengan rumah adik kakekku ini, tempatnya cukup bagus dan ingin rasanya aku mengajar disana. Seandainya aku berkuliah di Bandung, aku ingin sekali bisa membantu di madrasah itu sebagai pengajar..

Sepulang dari bandung, aku semakin termotivasi untuk bisa mewujudkan impianku itu, Allahku,,, semoga aku dapat mewujudkan impian itu dan menjadi insan yang lebih berguna lagi bagi masyarakat sekitar,, amin...

Madrasah..
Sebuah kata yang kini tak akn pergi dari hati dan pikiranku...
Terima kasih Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ) Insan Cendekia Serpong,, Madrasah ku tercinta..

Kamis, 11 Februari 2010

Officially missing it

Mataku terpaku pada sebuah keindahan dunia

Awan putih, langit yang gelap, serta bintang yang memancarkan sinarnya di malam ini

Sungguh damai dan tentram hatiku menatapnya

Mengiringi temaram di dalam pikiranku

Malam ini, lagi-lagi kulayangkan pandanganku ke arah sana

Mengingat kembali tawa dan bahagia di kala itu

Terlintas semua bayangan ketika itu dengan sendirinya

Sebuah kenangan yang pernah membuat hatiku tak henti tersenyum

Ternyata, aku ingin kembali kesana

Aku kembali berpikir ketika aku melihatnya

Aku kembali tertawa saat aku mengingatnya

Yah, aku rindu..

Rinduku pada masa indah dikala itu

Ketika airmataku sangat sungkan untuk membasahi pipi

Hanya harapan bahagia yang ada

Hanya senyuman yang hadir dalam hati, otak dan bibirku

Aku rindu masa itu..




Senin, 01 Februari 2010

Sepakbola mania

Sepakbola adalah satu olahraga yang bisa dibilang sangat universal, bisa dimainkan oleh siapa saja, ditonton oleh siapa saja dan memang digemari oleh banyak sekali orang di dunia ini. Hal itu tentu dibuktikan dengan adanya pesta akbar tiap 4 tahun an, yaitu piala dunia. Disaat piala dunia, hampir setiap orang di seluruh penjuru dunia memberikan perhatian kepada pesta akbar yang satu ini. Kehebohannya tidak hanya dirasakan di negara tuan rumah atau negara yang menjadi peserta piala dunia tersebut, tapi benar-benar mendunia, termasuk Indonesia.

Indonesia akan sangat meriah ketika pesta akbar ini berlangsung. Acara menonton bersama diadakan di banyak tempat, hampir tiap rumah akan menonton pertandingan yang berlangsung tiap malam. Penontonnya pun bukan berasal dari kaum pria saja, bahkan kaum wanita yang biasanya tidak pernah rela bangun pagi untuk menonton bola, menjadi rela di saat momen besar ini.

Lalu, bagaimana dengan saat2 biasa, saat piala dunia sudah selesai atau belum dimulai lagi?

Indonesia tetap memiliki pertandingan dalam negeri yang terdiri dari banyak sekali klub perwakilan daerah di seluruh Indonesia. Jadi, kemeriahan sepakbola tidak pernah berhenti di tanah Indonesia. Kemeriahan ini bukan hanya berasal dari serunya pertandingan yang diperlihatkan para pemain di lapangan, tapi juga hebohnya para penggemar yang memperlihatkan ke fanatik an mereka di jalanan. Hampir setiap klub punya julukan untuk penggemarnya. Ada jakmania, bonek, arema, viola, viking, dll. Namun, ternyata ke fanatik an para penggemar ini terkadang berlebihan, sampai-sampai mereka harus berdiri di atas metromini, berhujan-hujanan, pergi keluar kota dengan kereta ekonomi yang penuh sesak dan banyak sekali hal-hal fanatik lainnya.

Mungkin itu memang hak mereka untuk mengungkapkan rasa loyal pada klub tercintanya, namun ternyata fenomena ini sungguh memprihatinkan. Fenomena ini sudah menimbulkan banyak sekali kerugian, baik bagi para bola mania tersebut maupun bagi orang lain yang terkadang tidak tau apa-apa. Gambaran yang ada ketika sebuah pertandingan berlangsung, kira-kira seperti ini :

Lebih dari 1000 orang mengunjungi stadion dengan warna baju yang sama sesuai klub tercintanya,mereka memadati jalanan dengan berpuluh-puluh metromini dan membuat kemacetan pun hadir dengan instan. Kemacetan yang ditimbulkan tidak bertahan untuk 1-2 jam saja, tapi lebih dari itu dan tentunya, karena penggemar ini berasal dari berbagai wilayah, maka kemacetan pun tidak hanya terjadi di titik sekitar stadion saja. Selain itu, beberapa di antara mereka adalah anak-anak usia sekolah. Jumlahnya tidak sedikit, tapi banyak sekali. Anak-anak usia sekolah ini benar-benar beragam, mulai dari anak SD sampai anak SMA. Mereka rela menghabiskan waktunya di luar rumah untuk menonton klub kesayangannya hingga larut malam, naik metromini, menghiraukan hujan dan bahkan jika ada perkelahian, mereka pun tidak akan pergi mundur, melainkan ikut maju bersama yang lain. Miris rasanya, melihat jiwa-jiwa penerus bangsa ini, di malam harinya, mereka malah pergi bersama teman-temannya menonton bola dengan metromini, duduk di atasnya, membawa bendera dan merokok dengan bebasnya. Mereka pun sudah paham, jika ada komando untuk menyerang, maka mereka akan segera mencari batu di sekitarnya. Mereka pun tahan untuk berjalan jauh, jika harus tertinggal rombongan bis lainnya.

Lalu, kemanakah penerus bangsa ini? Jiwa-jiwa yang masih sangat muda, penuh dengan semangat, tidak berjuang untuk memperkaya dirinya agar mampu membawa perubahan bagi negeri Indonesia tercinta. Mereka mementingkan hal lain yang malah mungkin membawa mereka pada kerugian lainnya. Apakah ini adalah suatu hal yang wajar? Atau memang ada yang salah?

*anak bangsa yang cukup prihatin setelah melihat fenomena ini secara langsung... doaku padaNya, agar negeriku masih diberikan penerus2 bangsa yang akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik... amin Ya Allah..